Pasang Badan di Beirut, Menlu Iran Tegaskan Negaranya Siap Bantu Lebanon Pecahkan Blokade

0
242

Beirut, LiputanIslam.com –   Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian dalam kunjungannya ke Lebanon menyatakan bahwa jika diminta maka negaranya akan memberikan bantuan apapun kepada Lebanon untuk mendobrak blokade terhadap Lebanon.

Dalam kunjungan resmi yang berlangsung selama dua hari itu dia menyatakan Teheran optimis Lebanon akan dapat mengatasi kesulitan dan krisis yang melandanya belakangan ini.

Presiden Lebanon Michel Aoun menyambut kunjungan Abdollahian di Istana Baabda, Beirut, Kamis (7/10). Dalam pertemuan antara keduanya, Aoun menyatakan dukungannya kepada semua upaya yang dikerahkan untuk mendekatkan antara kedua negara, sementara Abdollahian menegaskan negaranya selalu mendukung Lebanon.

Dalam jumpa pers di hari yang sama bersama sejawatnya dari Lebanon, Abdallah Bou Habib, Menteri Luar Negeri Iran mengatakan, “Republik Islam Iran memandang Lebanon sebagai sahabat, mitra dan sekutunya di kawasan. Kami sepenuhnya siap memberikan bantuan kepada Lebanon agar dapat sukses melewati krisis ekonomi dewasa ini ”

Dia menjelaskan, “Perusahaan-perusahaan besar Iran berkesiapan mengadakan dua pembangkit listrik berkapasitas 1000 megawat di Beirut dan di Lebanon selatan dalam tempo kurang dari 18 bulan.”

Mengenai hak Lebanon dia mengatakan, “Kami berkeyakinan bahwa dalam kerangka hukum internasional, Lebanon berhak meneken perjanjian dengan sebuah negara sehabatnya dalam rangka ini. Dan tentu kesiapan kami ini bergantung pada keputusan para pejabat Lebanon.”

Dia menambahkan, “Kami juga berkesiapan untuk melakukan tindakan, jika ada permintaan dari pejabat Lebanon, terkait dengan rekonstruksi segera Pelabuhan Beirut melalui ekspor jasa teknik dan arsitektur Iran.”

Mengenai ketegaran Lebanon di hadapan musuh, Abdollahian mengatakan, “Pemerintah, rakyat, tentara dan kubu resistensi Lebanon berperan besar dalam perlawanan terhadap ambisi Rezim Zionis di kawasan. Kami mengenang para syuhada perjuangan dan resistensi mereka terhadap Zionis dan teroris di kawasan. Kami mengenang dan memuliakan semua syuhada resistensi, termasuk Syahid Imad Mughniyah, serta dukungan syahid besar Jenderal Soleimani pejuang anti-terorisme dan Zionisme. Demikian pula Syahid Abu Mahdi al-Muhandis.  Mereka semua adalah para tokoh besar Lebanon, Irak dan Iran di ranah resistensi.”

Dia juga mengatakan, “Kami mengucapkan selamat atas peran Lebanon dalam resistensi terhadap rezim imitasi Israel. Kami hanya mengakui satu negara bernama Palestina yang ibu kotanya adalah Quds Al-Sharif.”

Mengenai isi perundingannya dengan pemerintah Lebanon, Abdollahian mengatakan, “Dalam pembicaraan dengan para pejabat Lebanon tema dialog regional Republik Islam Iran telah mendapat perhatian. Republik Islam Iran memandang dialog sebagai jalur terbaik dan paling relevan untuk kerjasama regional dan keluarnya pihak-pihak asing dari kawasan.”

Dia menambahkan, “Kami percaya kepada dialog, baik dalam isu regional maupun isu internasional, dan memandangnya sebagai jalur paling tepat untuk mengatasi problematika regional dan internasional.”

Dia lantas menyinggung proses perundingan Teheran-Riyadh dengan mengatakan, “Dalam dialog antara Iran dan Saudi proses yang baik sedang ditempuh.”

Lebih lanjut dia menyinggung isu nuklir Iran dengan menyebutkan, “Mengenai tema nuklir Iran, kami menerima perundingan sebagai sebuah prinsip. Kami telah melakukan pembiraan panjang lebar dengan sejawat kami, Yang Mulia Menteri Luar Negeri (Lebanon), dalam masalah ini.”

Dia menegaskan, “Kami berkeyakinan bahwa perundingan yang memenuhi hak dan kepentingan bangsa Iran pasti mendapat perhatian dari Iran. Jika pihak lawan memiliki iktikad yang kongkret dan mereka semua kembali kepada komitmennya maka Teheranpun akan kembali kepada komitmennya.”

Dia lantas menyebut nama AS dan Eropa disertai sindiran pedas dengan menegaskan, “Namun dalam masalah ini pesan-pesan lisan AS bukanlah tolok ukur bagi kami. Janji-janji tanpa disertai tindakan tiga negara Eropa juga bukan tolok ukur. Kami akan bertindak hanya dengan tolok ukur perilaku dan tindakan nyata dari pihak-pihak lawan berupa pencabutan sanksi dan kembalinya mereka kepada komitmen.”

Di bagian akhir dia menandaskan, “Dalam perjanjian nuklir, Iran adalah satu-satunya negara yang sampai detik terakhir tetap konsisten kepada janji-janjinya, dan pendekatan ini akan kami hidupkan kembali jika ada perilaku yang seimbang dari pihak lawan.”

Kunjungan Menteri Luar Negeri Iran ke Lebanon juga mencakup pembicaraan dengan Hizbullah, sekutu utama Iran di Lebanon, serta perwakilan dari faksi-faksi pejuang Palestina (mm/aljazeera/rt)

Baca juga:

[Video:] Menegangkan, Kapal Cepat Pasukan Elit Iran Kejar dan Kepung Kapal Cepat Tentara AS

Iran Dilaporkan Tinggal Sebulan untuk Menghasilkan Bom Nuklir, Apa yang Bisa Dilakukan Israel?

DISKUSI: