Parah, Gelar Parade Bandera, Warga Zionis Teriakkan “Mampus Arab” dan Menghujat Nabi saw

0
349

Quds, LiputanIslam.com –  Warga Zionis Israel akhirnya jadi menggelar parade bendera setelah sekian lama tertunda. Mereka melakukannya hingga ke Bab Al-Amud, salah satu gerbang kota lama Quds timur, sembari mengibarkan bendera Israel dan dikawal ketat oleh para petugas keamanan Israel, Selasa (15/6).

Para saksi mata mengatakan bahwa mereka memasuki Bab Al-Amud bahkan sembari meneriakkan kata-kata “mampus Arab”, setelah pasukan pendudukan mengosongkan kawasan gerbang itu dari orang-orang Palestina dan menghalau mereka dengan pukulan serta tembakan granat kejut dan bahkan peluru tajam.

Tak hanya itu, sebagian massa Zionis juga memekikkan kalimat-kalimat hujatan terhadap Nabi Muhammad saw, sebagaimana dilaporkan Al-Jazeera di aplikasi Instagram sembari memperlihatkan penggalan video yang sebagian bunyi pekikannya telah disensor demi menghindari hal yang tak diinginkan.

Tak kurang dari 17 orang Palestina terluka dalam bentrokan dengan pasukan pendudukan di sekitar kota lama Quds bersamaan dengan pergerakan parade bendera Israel, menurut laporan lembaga Jam’iyyah Bulan Sabit Merah Palestina.

Lembaga ini juga menyebutkan bahwa tiga orang dilarikan ke rumah sakit, sedangkan yang dilain diobati di lapangan. Para korban itu terluka akibat pukulan serta tembakan granat kejut dan peluru logam yang dilapisi karet.

Di kawasan Bab Al-Sahirah, pasukan Zionis merepresi para pemuda Palestina dengan peluru tajam dan granat kejut sehingga beberapa pemuda Palestina terluka. Pasukan itu juga menangkap sejumlah pemuda serta menyerang mobil ambulan dengan melepaskan tembakan langsung terhadapnya.

Surat kabar Israel Yedioth Ahronot (YT) melaporkan bahwa parade itu bergerak dari Jalan Ha-Nevi’im di Quds Barat menuju Bab Al-Amud dengan melibatkan sekira 5000 massa pendatang, termasuk ekstremis Zionis anggota Knesset (parlemen Israel) Itamar Ben-Gvir dari gerakan keagamaan Zionis.

Menurut YT, sebanyak empat wakil Arab di Knesset dari aliansi Daftar Bersama (Joint List) saat itu juga mendatangi Bab Al-Amud untuk memrotes parade bendera. Mereka adalah Ahmad Al-Taibi, Aiman Awdah, Osama Saadi, dan Sami Abu Shahadeh.

Parade itu semula dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis pekan lalu, tapi dibatalkan oleh polisi Israel, dan kemudian, dua hari sebelum Benjamin Netanyahu kehilangan jabatannya sebagai perdana menteri Israel, pemerintahan menjadwal ulang penyelenggaraan parade itu pada hari Selasa kemarin, dan jadwal ini lantas dikukuhkan lagi oleh penggantinya, Naftali Bennett, melalui menteri keamanan baru, Omer Bar-Lev, meskipun pihak Palestina menyebut parade itu sebagai provokasi.

Sebelum itu semua, parade bendera Israel sedianya digelar pada bulan Mei lalu pada peringatan peristiwa pendudukan Quds Timur sesuai kalender Ibrani, tapi tertunda oleh gempuran roket dari para pejuang Palestina di Gaza, yang kemudian berlanjut dengan perang selama 11 hari.

Berbagai pihak Palestina telah memperingatkan bahaya provokasi tersebut. Hamas, misalnya, Senin lalu menegaskan bahwa parade itu dapat memancing perang baru, sementara para diplomat dunia, termasuk dari PBB, mengimbau kedua pihak untuk menahan diri.

Parade itu menjadi ujian bagi pemerintahan baru Perdana Menteri Bennett yang dilantik pada Ahad lalu, dan bagi koalisinya yang mencakup beberapa partai kanan, tengah, kiri, dan Arab. Bennett sendiri adalah pemimpin sebuah partai kanan radikal.

Israel yang menduduki Quds Timur dan kemudian mencaploknya dalam tindakan yang tak mendapat pengakuan internasional, menganggap kota ini secara keseluruhan sebagai ibu kotanya, sementara pihak Palestina tetap menuntut Quds Timur karena akan mereka jadikan sebagai ibu kota kota bagi negara Palestina yang sedang mereka perjuangkan pendiriannya di Tepi Barat dan Jalur Gaza. (mm/raialyoum/aljazeera)

Baca juga:

Imam Besar Serukan Pencegahan Pelanggaran Zionis di Masjid Al-Aqsa

Israel Berganti Perdana Menteri, Ini Tanggapan Pedas Iran

 

DISKUSI: