Para Pejuang Irak Nyatakan Siap Bertempur Melawan AS

0
854

Baghdad, LiputanIslam.com –  Gerakan Resistensi Islam di Irak menyatakan bahwa AS sedang berusaha melancarkan tekanan mental terhadap para pejuang Irak, yang sepenuhnya siap melawan dan membalas segala bentuk serangan AS ataupun negara lain terhadap mereka.

“AS dalam beberapa hari ini melancarkan perang psikologis di media ternama. Jelas bagi kami dan bagi setiap pemerhati peperangan terdahulu AS terhadap pihak manapun bahwa AS tidak menggunakan senjata sebelum menghabiskan energi musuhnya dengan perang psikologis dan media melalui penyebaran rumor yang ditebar oleh para antek dan ekornya di Irak,” bunyi statemen yang dirilis oleh Sekretariat Jenderal Gerakan Resistensi Islam di Irak, Rabu (1/4/2020).

Baca: AS Daratkan Balon Pengintainya di Irak, Pertanda Konfrontasi?

Gerakan ini menambahkan, “Rumor yang kita dengar sekarang mengenai adanya serangan ke markas-markas Hashd Shaabi (organisasi relawan Irak – red.) atau kelompok-kelompok muqawamah Islam di Irak tak lain merupakan salah satu perang psikologis yang sekarang sedang dijalani AS.”

Baca: Tentara AS Angkat Kaki dari Satu Lagi Pangkalan Militer Irak

Di bagian akhir statemen itu,  Gerakan Resistensi Islam di Irak menegaskan, “Kami memastikan kesiapan penuh kami menghadapi segala bentuk agresi atau serangan AS maupun negara lain. Kami jelaskan kepada anak-anak bangsa kami, Irak, bahwa rumor dan pemberitaan itu tak lebih dari perang psikologis untuk menghabiskan energi dan kekuatan kubu muqawamah, sehingga tak perlu dipercaya dan bahkan tak usah didengar. Jika perang datang, maka silakan datang, sebab kami adalah ahlinya.”

Sementara itu, juru bicara Kemenlu Iran Abbas Mousavi menyatakan pergerakan militer AS menyalahi tuntutan resmi yang sudah dinyatakan oleh pemerintah, parlemen, dan rakyat Irak, sehingga dapat menggiring kawasan Timur Tengah kepada ketegangan dan bahkan tragedi.

“Tatkala Sekjen PBB dan masyarakat internasional menekankan keharusan menghentikan tindakan-tindakan provokatif dan penyulut perang di tengah merebaknya virus corona, terjadi pergerakan Amerika yang melanggar pendirian resmi pemerintah, parlemen, dan rakyat Iran. Hal ini dapat membangkitkan ketegangan dan membawa kawasan kepada instabilitas dan menciptakan situasi tragis,” tegas Mousavi, Rabu.

Dia lantas mendesak AS agar menghormati pemerintah dan rakyat Irak yang menghendaki keluar pasukan AS dari Irak. (mm/alalam)

DISKUSI: