Panglima IRGC: Iran Lampaui Kekuatan Dunia dalam Teknologi Pertahanan Udara

0
301

Teheran, LiputanIslam.com  Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Mayjen Hossein Salami, memuji kemampuan militer dan  persenjataan presisi tinggi negaranya, sembari menyatakan bahwa negara Republik Islam ini bahkan berhasil melampaui kekuatan utama dunia di bidang teknologi pertahanan udara.

Dalam pidato pada pertemuan para dosen universitas pasukan relawan Basij di kota Masyhad, Selasa (6/9), Salami memuji kemajuan signifikan Iran dalam teknologi militer modern dan swasembada dalam pembuatan alutsista canggih, meski negara ini dikenai sanksi.

“Kita menempati peringkat pertama dalam banyak teknologi. Bahkan di bidang pertahanan udara, kita telah melampaui kekuatan utama dunia sehingga beberapa negara adidaya membeli senjata kita dan menawarkan kerja bersama,” tutur Salami.

“Saat ini, membangun sistem mutakhir semudah membuat sepeda. Hari ini, akurasi senjata kita terhadap target tetap maupun bergerak adalah 100 persen, dan drone kita dapat membidik titik mana pun yang diinginkan, dengan menggunakan kecerdasan buatan,” terangnya.

Salami memastikan AS gagal dan tidak dapat menerapkan konspirasinya di kawasan.

“Musuh sejauh ini telah melakukan segala tindakan yang dapat  mereka dilakukan terhadap kita. Jika kita tidak kuat, mereka pasti menyerang, tapi karena kita sudah kuat, mereka menghindari berkonfrontasi dengan kita, kekuatan kita meningkat secara eksponensial setiap hari,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, “Logika Revolusi Islam adalah (penggunaan) kekuatan demi penegakan keadilan.”

Salami menambahkan, “Perang hari ini adalah perang keyakinan, kepercayaan, dan nilai-nilai, dan jika kita lemah, kita akan dihancurkan atau harus menyerah, tapi kita telah menjadi bagian penting dari kekuatan dunia tanpa persetujuan terhadap tatanan tirani. ”

Dia juga memastikan Iran sekarang tak bergantung pada dukungan asing, dan adapun upaya pencabutan sanksi dilakukan Iran bukan karena sanksi perlu dicabut, melainkan karena memandangnya sebagai perlakuan kejam.

“Masalah yang ditimbulkan oleh sanksi kurang dari 10%. Jika kita bertindak dengan benar, kita memiliki banyak talenta, kapasitas, dan fasilitas yang memungkinkan kita untuk mengatasi semua masalah,” pungkasnya. (mm/alalam/presstv)

Baca juga:

Iran Pamerkan Kecanggihan Kapal-Kapal Perang Baru Angkatan Laut IRGC

Militer Iran Mengaku Siap Hadapi Ancaman Senjata Biologi dan Kimia

DISKUSI: