[Berita Foto]: Pangkalan Militer Terbesar AS di Suriah Terserang Roket, Suku-Suku Deir Ezzor Serukan Perlawanan

0
387

Beirut, LiputanIslam.com –   Serangan roket dari kelompok tak dikenal menerjang posisi militer Amerika Serikat (AS) di provinsi Deir Ezzor, Suriah, Selasa (23/3/).

Beberapa roket telah menerjang pangkalan militer AS di kilang gas Conico di sisi utara provinsi Deir Ezzor, Suriah timur, menyebakan sejumlah tentara AS menderita luka.

Sejauh ini belum ada pihak yang menyatakan bertanggungjawab atas serangan tersebut.

Bagian utara Suriah dikendalikan oleh milisi Kurdi yang didukung oleh pasukan AS. AS bahkan menduduki kawasan itu dengan mengirim pasukan dan perlengkapan militer, terutama di daerah-daerah yang berladang minyak dan gas.

Pada tahun 2017, milisi Kurdi Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) menguasai kilang gas tersebut setelah memenangi pertempuran melawan kelompok teroris ISIS. Kilang itu disebut-sebut sebagai salah satu penghasil gas terbesar di kawasan, namun karena khawatir diserang pasukan Turki ataupun tentara Suriah, AS mendudukinya sembari mengibarkan benderanya di sana.

Website Al-Ain yang berbasis di Suriah menyebut pangkalan militer AS di kawasan kilang gas Conico sebagai yang terbesar di Suriah.

Pemerintah Suriah mengutuk dan menyebut keberadaan militer AS di bagian timur laut dan timur Suriah sebagai ilegal dan bermotif pendudukan. Damaskus berulangkali mendesak Washington berhenti menyokong kawasan teroris dan separatis di Suriah, dan menghentikan pendudukannya terhadap sebagian wilayah Suriah.

Sementara itu, kelompok-kelompok adat Suriah di provinsi Deir Ezzor Senin lalu mengadakan rapat akbar untuk menandai dukungan mereka kepada tentara dan pemerintah Suriah serta menyerukan perlawanan bersenjata terhadap pasukan pendudukan AS dan Turki di Suriah.

Dalam rapat itu mereka membuat pernyataan sikap nasionalisme mereka sembari memperingatkan bahaya upaya AS memecah belah Suriah.

Mereka menegaskan bahwa perlawanan bersenjata merupakan satu-satunya jalan untuk mengusir pasukan pendudukan AS dan Turki serta para antek bersenjata keduanya dari wilayah Suriah.

Atas dasar itu, mereka juga memastikan kesiapan mereka memberikan dukungan senjata dan logistik kepada kelompok-kelompok suku yang ada di wilayah yang diduduki AS dan Turki agar mereka melawan keduanya. (mm/almayadeen)

Baca juga:

Nasrallah: Ada Yang Ingin Kobarkan Perang Saudara di Libanon

Intelijen UEA Berusaha Menginfiltrasi Badan-Badan Keamanan Irak

DISKUSI: