Pandemi Covid-19, Kesempatan bagi Israel untuk Caplok lagi Tanah Palestina

0
311

Ramallah, LiputanIslam.com –   Presiden Palestina Mahmoud Abbas memperingatkan adanya kecenderungan kuat Israel menjadikan krisis pandemi corona (Covid-19) yang melanda dunia sebagai kesempatan untuk menganeksasi tanah-tanah Palestina.

“Jangan sampai ada orang yang berilusi dapat memanfaatkan ketersibukan dunia oleh krisis corona sekarang untuk menyapu hak-hak nasional kami, kami memantau setiap orang yang bermaksud mempermainkan hak kami,” ungkap Abbas dalam sebuah pernyataan di televisi, Rabu (23/4/2020).

“Kami telah memberitahukan kepada semua pihak internasional terkait, termasuk pemerintah AS dan Israel, bahwa kami tidak akan berpangku tangan jika Israel mengumumkan pencaplokan bagian manapun dari tanah kami, dan kami akan menganggap semua perjanjian dan kesefahaman antara kami dan kedua pemerintah ini batal sepenuhnya,” lanjut Abbas.

Dia juga menyatakan bahwa sudah dilakukan tindakan melalui semua lembaga terkait di level politik dan hukum untuk membela hak Palestina dan melawan “konspirasi zalim” yang menyasar hak-hak Palestina, termasuk prakarsa AS yang dinamai Perjanjian Abad Ini serta rencana-rencana Israel untuk mencaplok sebagian wilayah Palestina.

Senada dengan ini, juru bicara kepresidenan Palestina Nabil Abu Rudeineh mengecam pernyataan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bahwa keputusan untuk menganeksasi sebagian wilayah Tepi Barat kembali kepada Israel sendiri.

“Orang-orang Palestina sendirilah yang memutuskan nasib tanah di mana mereka akan mendirikan negara merdeka mereka dengan Al-Qud Timur (Yerussalem) sebagai ibu kotanya, dan tidak akan ada keamanan dan stabilitas tanpa (pengindahan) hak bangsa Palestina yang telah diakui oleh keputusan-keputusan sah internasional,” tegasnya, seperti dilansir kantor berita resmi Palestina, Wafa.

Baca: Tahanan Palestina di Penjara Saudi Tak Dapat Akses Perawatan Medis

Dia menambahkan, “Pernyataan (Pompeo) ini mengkonfirmasi bahwa AS tak dapat menjadi penengah dalam proses perdamaian apapun antara kami dan Israel, dan merupakan lampu hijau bagi pemerintah Israel untuk melanjutkan operasi-operasi imigrasi dan pencaplokan tanah-tanah Palestina.”

Baca: Di Tengah Pandemi Covid-19, Demonstran di Israel Gelar Aksi Melawan Netanyahu

Abu Rudeineh memperingatkan bahwa segala tindakan Israel dalam masalah ini “akan menimbulkan dampak berbahaya bagi keamanan dan stabilitas di kawasan, dan perdamaian dalam bentuk apapun tidak akan pernah terwujud.” (mm/raialyoum)

DISKUSI: