Pakar Militer Yaman: Pembebasan Front Nahum Berarti Pembebasan Provinsi-Provinsi Timur

0
174

Sanaa, LiputanIslam.com –  Pakar militer Yaman Brigjen Abdullah Al-Jufri menyatakan bahwa front Nahum yang telah dibebaskan oleh tentara Yaman dan pasukan Lijan Shaabiya yang berafiliasi dengan Ansaruallah merupakan front yang paling strategis.

Al-Jufri menyebutkan bahwa front yang berjarak 50 kilometer dari Sanaa, ibu kota Yaman, itu merupakan kawasan yang hendak digunakan oleh pasukan loyalis presiden tersingkir Abed Rabbuh Mansour Hadi yang didukung Arab Saudi dan sekutunya sebagai pintu untuk menekan tentara Yaman dan Lijan Shaabiya yang menguasai Sanaa.

“Jatuhnya tempat ini berarti kejatuhan provinsi Ma’rib, Jawf serta provinsi-provinsi lain di timur, dan pada gilirannya nyaris 90% telah ditentukan setelah front Nahum dibersihkan, serta telah dikuasai pula segi tiga Jawf dan dikuasai penuh Provinsi Jawf, kecuali kota (Jawf) yang masih terkepung,” terang Al-Jufri dalam acara al-Masyhad al-Yamani di saluran TV Al-Alam, Ahad (26/1/2020).

Dia juga mengatakan, “Apa yang telah dikuasai (oleh tentara Yaman dan Lijan Shaabiya) setara dengan 95% wilayah Provinsi Ma’rib, dan tak tersisa kecuali jarak yang sangat dekat.”

Baca: Ansarullah Rebut Beberapa Posisi, Kubu Hadi Mengaku “Mundur Taktis”

Mengenai klaim pasukan Hadi bahwa mereka “mundur secara taktis”, Al-Jufri mengatakan, “Orang yang mengamati para komandan pasukan bayaran (pasukan Hadi yang didukung Saudi) di media sosial mengetahui bahwa ketika mereka menyebutkan ‘mundur taktis’ maka secara militer ditafsirkan bahwa garis pertahanan pertama, kedua, dan ketiga telah jatuh secara total dan tak menyisakan kekuatan militer sama sekali.” (mm/alalam)

DISKUSI: