Ansarullah Rebut Beberapa Posisi, Kubu Hadi Mengaku “Mundur Taktis”

0
183

Dubai,LiputanIslam.com –  Pasukan gerakan Ansarullah (Houthi) berhasil bergerak maju mendesak pasukan loyalis presiden tersingkir, Abed Rabbuh Mansour Hadi, di beberapa front di sebelah timur Sanaa, ibu kota Yaman, sementara menteri pertahanan Hadi menyatakan pihaknya mundur hanya sebagai “langkah taktis”.

Para komandan lapangan pihak Hadi, Sabtu (25/1/2020), mengatakan kepada AFP bahwa pertempuran sengit sudah berlangsung sembilan hari, dan bahwa pihak Ansarullah dapat merebut beberapa posisi pasukan Hadi melalui serangan serempaknya di wilayah Nahum, Jawf, dan Ma’rib.

“Sebagian posisi semula dikuasai oleh pasukan pemerintah (Hadi) sejak tiga hari lalu,” ungkap seorang komandan yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Pasukan Ansarullah berhasil memutus jalur logistik pasukan Hadi di jalur yang menghubungkan Jawf dan Ma’rib serta menguasai beberapa perbukitan.

Sumber itu menyatakan bahwa perkembangan demikian terjadi meskipun pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi telah melancarkan “lebih dari 30 serangan udara selama tiga hari terakhir untuk meringankan tekanan yang menimpa pasukan pemerintah”.

Menutut laporan kantor berita Yaman, Saba, menteri pertahanan kubu Hadi, Brigjen Mohammad Ali Al-Maqdisi, secara implisit mengakui kemajuan pasukan Ansarullah di Nahum.

Dalam pertemuan dengan para komandan militer di Ma’rib yang berjarak 170 kilometer dari Sanaa, Al-Maqdisi menyatakan adanya “penarikan mundur secara taktis untuk beberapa satuan militer di sejumlah posisi”.

Baca: Ansarullah Ancam Saudi dengan Gelombang Serangan Baru

Pertempuran sengit selama sembilan hari telah menyebabkan ratusan pasukan dari kedua belah pihak tewas dan cidera.

International Crisis Group melaporkan, “Houthi tampak berhasil mencetak kemajuan-kemajuuan terbesar di lapangan, sebagaimana mereka juga tampak menguasai sebuah front penting di Nahum.”

LSM ini mengingatkan bahwa “meluasnya konfrontasi dapat menghancurkan upaya-upaya perdamaian yang telah dikerahkan”.

Baca:Ansharullah: Bukan Kami yang Menyerang Marib

Sehari setelah dimulainya pertempuran, kubu Hadi menuding Ansarullah telah membunuh 116 pasukan dalam serangan rudal ke sebuah kamp di Ma’rib pada 18 Januari lalu, namun Ansarullah membantah telah melakukan serangan mematikan itu.

Berbagai LSM menyatakan bahwa perang di Yaman telah menewaskan ribuan orang yang sebagian besar adalah warga sipil. PBB bahkan mencatat kondisi kemanusian di Yaman terburuk di dunia. (mm/raialyoum)

DISKUSI: