Pakar Israel Sebut Hizbullah Lebih Kuat daripada Sebagian Negara NATO

0
126

TelAviv, LiputanIslam.com –  Seorang pakar dari Pusat Studi Keamanan Nasional Israel menyebut kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon sebagai kelompok bersenjata yang kekuatannya bahkan melampaui banyak negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Penilaian itu dinyatakan di tengah maraknya polemik di Israel seputar wacana pendudukan atas Jalur Gaza manakala banyak pakar militer Israel menilai negara Zionis ini belum siap melancarkan operasi militer darat untuk menumpas Hamas dan faksi-faksi pejuang Palestina lainnya.

Mereka menilai operasi darat akan gagal  dengan resiko jatuhnya banyak korban tewas dan luka di pihak pasukan Zionis, sebagaimana resiko jika terjadi konfrontasi militer dengan Hizbullah.

Pusat Studi Keamanan Nasional Israel lantas merilis artikel salah satu pakarnya, Ron Tira, yang secara terbuka menentang operasi darat Israel. Dia menyatakan bahwa pengambilan keputusan untuk dimulainya operasi militer harus bertujuan merealisasikan sebuah tujuan jangka panjang, yang pada gilirannya akan berperan dalam realisasi tujuan strategis dari perang.

Tira menyebutkan bahwa strategi yang diputuskan Israel dalam “perang di antara peperangan” terhadap Hizbullah telah gagal mencegah laju pertumbuhan arsenal Hizbullah, karena faktanya sekarang ialah daya destruktif militer Hizbullah justru terus meningkat pesat.

Sembari mengutip keterangan para petinggi di Tel Aviv, Tira menjelaskan bahwa meski segala upaya telah dilakukan oleh Israel, tapi Hizbullah “sekarang menjadi sebuah kekuatan militer yang sangat berbahaya. Kekuatan ini bahkan lebih besar daripada kekuatan banyak negara anggota NATO. Setiap hari kekuatan militer Hizbullah bertambah dan mencakup rudal presisi, drone kamikaze, dan rudal dari darat ke udara”.

Dalam kajian-kajian terbaru Pusat Studi Keamanan Nasional Israel, yang merupakan lembaga think tank terpenting di Israel, sama sekali tidak disinggung ihwal konfrontasi militer total di front utara dan selatan, yakni dengan Hizbullah dari Lebanon dan faksi-faksi pejuang Palestina dari Jalur Gaza. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Media Lebanon Bongkar Hoax Israel Tembak Drone Hizbullah

Mengapa Sayid Nasrallah Marah Besar kepada Raja Salman?

DISKUSI: