Pakar Israel: Israel Tak Sanggup Mencegah Iran Menjadi Negara Nuklir

0
243

Nazaret, LiputanIslam.com –  Perbincangan dan perdebatan tentang Iran mewarnai Israel seiring dengan berlangsungnya pembicaraan nuklir Iran dengan sejumlah negara besar dunia di Wina. Perdebatan itu terbelah dalam pro dan kontra rencana serangan militer terhadap Iran, yang belakangan ini kerap didengungkan oleh media Israel.

Di tengah keriuhan itu, berbagai artikel di media Israel banyak mempertanyakan daya cegah Israel, meskipun negara Zionis ilegal ini memiliki senjata inkonvensional.

Pengamat Israel Rogel Alpher di surat kabar Haaretz, misalnya, menyebutkan bahwa nuklir Israel sama sekali tak menjadi faktor deterensi di hadapan kelompok pejuang Hizbullah yang bersekutu dengan Iran di Lebanon.

Alpher juga menyebutkan bahwa sebagian besar pakar dan analis ternama dan terpercaya di Israel menilai negara ini masih memerlukan waktu beberapa tahun untuk dapat mengandalkan opsi militer terhadap Iran.

Alpher mencontohkan Amos Harel, pakar militer yang dekat dengan lingkaran pengambil keputusan di Tel Aviv, yang menekankan bahwa jika Israel sudah mencapai kesiapan untuk melancarkan agresi terhadap Iran maka Israel harus mempelajari berbagai aspek dan dampaknya serta ekspektasi keberhasilannya.

Harel mengingatkan bahwa agresi itu akan menyulut perang regional di mana semua wilayah Israel “telanjang bulat”  di depan puluhan ribu rudal yang akan dihujankan oleh Hizbullah dan akan menyebabkan kerusakan dengan tingkat keparahan yang mencetak rekor di kedalaman wilayah Israel.

Alpher mengritik media Israel yang belakangan ini mengesankan bahwa Israel sudah siap menyerang Iran ketika sejak dua pekan lalu Israel melakukan persiapan manakala ideologi diplomasi yang diadopsi Presiden AS Joe Biden kandas.

Menurutnya, media itu sendiri di hadapan publik menutupi fakta bahwa dunia sama sekali tidak mempertimbangkan “gertak sambal” itu, yang oleh Harel disebut sebagai ancaman dengan “pistol tak berpeluru”.

Alpher menambahkan bahwa media Israel memuja Angkatan Udara (AU) Israel seolah “sapi suci”, padahal penyebabnya hanyalah faktor internal semata.

Analis Israel ini lantas membuat kesimpulan bahwa sangat penting bagi semua media Isael untuk sepenuhnya mengungkap realitas kepada publik bahwa jika Iran ingin berubah menjadi negara nuklir maka negara ini mampu melakukannya, dan Mossad serta AU tak akan dapat mencegahnya.

“Iranlah yang memutuskan, bukan Israel,” tegasnya.

Senada dengan ini, pakar militer Israel Amos Harel sendiri di Haaretz mengutip pernyataan forum-forum keamanan bahwa kalau Israel memang ingin menyerang Iran maka itu seharusnya dilakukan sejak masa-masa silam, sedangkan sekarang Israel justru sudah tak sanggup dan siap lagi melakukannya.

Harel menilai Israel tahu persis bahwa nuklir Iran adalah bagian dari persaingan strategi antara Israel dan Iran, sesuai pernyataan berbagai sumber yang dipercaya oleh Tel Aviv. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Iran Sampaikan Peringatan Soal Kunjungan PM Israel ke UEA

Washingon Post Ungkap Besarnya Keterlibatan Israel dalam Perang Yaman

DISKUSI: