Netanyahu Mengaku Berselisih Pendapat dengan Biden Soal Iran dan Palestina

0
44

Quds, LiputanIslam.com –  Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Senin (15/2), mengaku dirinya berselisih pendapat dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengenai Iran maupun Palestina, namun juga memastikan hubungan antara dirinya dan Biden “sangat kuat”.

Jumat lalu Gedung Putih menepis anggapan bahwa Biden mencueki Netanyahu karena sejauh ini nama Netanyahu belum tercatat dalam daftar percakapan telefon Biden dengan sejumlah pemimpin luar negeri sejak dia menjabat sebagai presiden AS pada 20 Januari.

Netanyahu sendiri juga menepis anggapan bahwa Biden sengaja menghindar darinya.

“Dia akan menghubungi. Kami menjalin hubungan persahabatan yang sangat kuat sejak 40 tahun silam, yaitu sejak saya datang ke Washington sebagai diplomat Israel, sedangkan dia saat itu adalah anggota Senat dari negara bagian Delaware,” ujar Netanyahu.

Ada spekulasi bahwa presiden AS dari partai Demokrat itu masih risih dengan kedekatan hubungan Netanyahu dengan Mantan Presiden AS Donald Trump, yang dulu  segera menelepon Netanyahu hanya dua hari setelah dilantik pada tahun 2017.

Netanyahu mengatakan, “Kami juga memiliki banyak hal yang kami sepakati, dan aliansi (Israel-AS) pun juga sangat kuat … tapi  ada pula perbedaan dalam masalah Iran, dan juga masalah Palestina.”

Meski demikian, Netanyahu bisa jadi akan mendapati aliansi itu terusik jika AS kembali ke kesepakatan nuklir Iran, yang sudah ditinggal oleh Trump, demikian pula jika AS menentang pembangunan permukiman Israel di tanah pendudukan Palestina di mana orang-orang Palestina berusaha mendirikan negara merdeka.

Sejauh ini Biden telah melakukan kontak telefon dengan sejumlah pemimpin negara lain, termasuk China, Meksiko, Inggris, India, Prancis, Jerman, Jepang, Korea Selatan, dan Rusia.  Padahal pendahulunya, selain Trump, Barack Obama segera mengontak Netanyahu beberapa hari setelah pelantikan.(mm/raialyoum/alalam)

Baca juga:

[Video]: Pasukan Suriah Rontokkan Rudal Israel

Israel Berterima Kasih Maroko Masukkan Warisan Budaya Yahudi dalam Kurikulum

DISKUSI: