Nasrallah Berdoa agar Dunia Aman, karena “Tombol Nuklir AS” Masih di Tangan “Orang Gila”

0
214

Beirut, LiputanIslam.com –  Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menyatakan bahwa insiden serbuan massa pendukung presiden petahana Amerika Serikat (AS) ke gedung Capitol, Washington, merupakan peristiwa krusial yang menunjukkan adanya ketidak beresan dalam demokrasi AS dan berdampak global.

“Peristiwa-peristiwa yang terjadi Amerika belakangan ini sangat krusial dan besar, yang tak dapat diremehkan dan dikecilkan seperti yang diupayakan oleh sebagian orang… Ini adalah pemandangan yang biasa dipraktikkan orang-orang AS di negara-negara lain, namun sekarang dilakukan oleh Trump di AS sendiri,” ujarnya dalam sebuah pidato yang disiarkan saluran TV Al-Manar, Jumat (8/1).

Nasrallah berdoa agar dunia aman dari bahaya Trump sampai presiden petahana AS ini menyerahkan jabatannya kepada presiden terpilih Joe Biden pada 20 Januari mendatang, sebab “kotak tombol nuklir AS (sekarang masih) ada di tangan orang gila” yang bernama Donald Trump.

Nasrallah menyebut Trump “sampel mentah arogansi kebijakan politik dan militer AS” dan “perbuatan Trump selama empat tahun di Suriah, Irak, dan Yaman serta kejahatan pembunuhan dua tokoh Qassem Soleimani dan Abu Mahdi Al-Muhandis”.

“Apa yang dialami oleh orang-orang Amerika memperlihatkan kepalsuan demokrasi AS dan bahaya sampainya orang seperti Trump ke kepresidenan AS,” lanjutnya.

Menurut Nasrallah, orang-orang AS belakangan ini “menyentuh (sendiri) dan dari dekat hasil kebijakan Trump dan kesiapannya membunuh bahkan orang AS sendiri demi kekuasaan”, namun itu masih kecil dibanding “apa yang dia lakukan di Yaman, Suriah, Irak, Palestina serta embargonya terhadap Iran dan Venezuela”.

Sekjen Hizbullah juga menyinggung tragedi ledakan pelabuhan Beirut dengan menegaskan, “Ini merupakan perkara nasional yang dipedulikan oleh semua orang Libanon sehingga tak boleh diubah menjadi isu lokal ataupun mazhab dan sektarian atau isu politik dalam segala bentuknya, karena ini merupakan isu kemanusiaan dan amoralitas”.

Nasrallah menegaskan bahwa Hizbullah “akan mengawal penyelidikan, pengadilan, dan hukuman atas kasus peledakan pelabuhan ini sampai tuntas”. (mm/railayoum)

Baca juga:

Kementerian Kehakiman AS: Perusuh di Gedung Capitol Dapat Didakwa UU Pemberontakan

Rouhani Sebut Kerusuhan Berdarah di Capitol Bukti Kegagalan Demokrasi Barat

Irak Rilis Surat Perintah Penangkapan atas Trump

DISKUSI: