Moqtada Sadr Serukan Gerakan Anti-AS, Brigade Hizbullah Tegaskan Suku-Suku Sunni Siap Bangkit

0
195

Baghdad, LiputanIslam.com –  Brigade Hizbullah Irak mengumumkan bahwa rakyat Irak sedang menyongsong gerakan akbar di mana  suku-suku Anbar dan Mosul yang mayoritas bermazhab Sunni siap berpartisipasi melawan “pendudukan” AS atas Irak.

Hal ini dinyatakan Brigade Hizbullah Irak  melalui siaran pers yang dirilis yang dirilis oleh biro politiknya beberapa jam setelah ulama muda dan berpengaruh Irak Sayid Moqtada Sadr menyerukan gelombang unjuk rasa akbar anti-AS di Irak.

“Ada beberapa opsi di depan tantangan ini, termasuk terjun ke gelanggang baru pertarungan, yaitu kesiapan untuk revolusi rakyat secara terpadu untuk melawan pendudukan AS yang bengis,” ungkap Hizbullah Irak, Selasa (14/1/2020).

Pernyataan itu juga menegaskan, “Bangsa kita yang pejuang dan sabar sedang menyongsong laga akbar yang akan membuktikan kepada kaum arogan bahwa bangsa ini merupakan satu raga dan satu darah sehingga janganlah kaum itu mengandalkan upaya pemecah belahan bangsa ini, dan kaum itu akan melihat bagaimana kelompok-kelompok adat Anbar dan Mosul yang tulen akan berlaga bersama suku-suku lain yang ada di bagian tengah dan selatan serta bahu membahu melawan pendudukan Amerika.”

Baca: Komandan Militer AS di Ain Assad Mengaku Bisa Selamat dari Rudal Iran Berkat “Mukjizat Tuhan”

Brigade Hizbullah memastikan bahwa pelanggaran dan kecongkakan AS sudah merajalela di Irak bersamaan dengan bertambahnya jumlah mereka dan semakin bersikerasnya mereka untuk melawan arus kehendak bangsa Irak dengan cara menolak keputusan parlemen Irak untuk pengeluaran pasukan AS dari Irak.

Brigade Hizbullah mengingatkan bahwa AS “semakin jelas tidak menghormati kehendak bangsa Irak, tidak sedikitpun menghargai undang-undang internasional, dan bukannya mundur tapi malah meninggikan retorika agresifnya”.

Baca: Ketakutan, Israel Kembali Bantah Terlibat Teror Soleimani

Seruan pengeluaran tentara AS dari Irak membahana di Negeri 1001 Malam ini setelah mantan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Jenderal Qassem Soleimani dan wakil ketua pasukan relawan Irak Hashd Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis, tewas diteror AS di dekat Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari lalu. (mm/raialyoum)

DISKUSI: