Komandan Militer AS di Ain Assad Mengaku Bisa Selamat dari Rudal Iran Berkat “Mukjizat Tuhan”

0
233

AinAssad, LiputanIslam.com –  Seorang komandan militer AS di Lanud Ain Assad, Irak, menceritakan bahwa pasukannya di situ bersembunyi selama beberapa jam di dalam bunker ketika mendapat gempuran rudal Iran yang “belum pernah terjadi sebelumnya” sehingga“tak dapat dipercaya”.

Seperti dimuat website France 24, Selasa (14/1/2020), dalam sebuah wawancara eksklusif dengan AFP, di pangkalan udara Ain al-Asad di Irak barat, Letkol Tim Garland mengatakan bahwa atasannya telah memberinya “beberapa jam peringatan di muka” pada Selasa malam lalu (7/1/2020) bahwa akan terjadi serangan dari Iran.

“Reaksi pertama saya adalah kaget, tidak percaya pada awalnya,” katanya, skeptis bahwa Iran akan mampu dan “nekat” melakukan serangan ke Ain al-Asad.

Pangkalan udara itu menjadi sasaran pembalasan atas tindakan AS membunuh jenderal tersohor Iran Qasem Soleimani dalam serangan udara di Baghdad pada 3 Januari 2020.

Disebutkan bahwa pangkalan itu merupakan yang salah satu pangkalan udara terbesar di Irak dan ditempati oleh 1.500 tentara AS yang notabene bagian terbesar dari pasukan koalisi  yang ada di Irak.

Menurut Garland, mengamankan pasukan-pasukan itu merupakan tindakan berpikir cepat dan koordinasi lintas komandan angkatan darat dan udara di Ain al-Asad, dan pada pukul 11 malam waktu setempat pasukan AS dan koalisi telah dievakuasi dari tempat tidur dan kantor mereka, dan bersembunyi di bunker yang dibentengi atau tersebar di Pangkalan.

Baca: Ketakutan, Israel Kembali Bantah Terlibat Teror Soleimani

Mereka menunggu, tegang, selama lebih dari dua jam sehingga komandanpun bahkan sempat tak menduga terjadi ledakan setelah itu.

“Ketika putaran pertama masuk, itu adalah suara paling keras, paling kuat yang pernah saya dengar,” kenang Garland.

Dia melanjutkan, “Ada sesuatu yang tidak wajar di udara. Prosesnya bergerak, prosesnya memanas; gelombang kejut yang datang dan menekan pintu dan menerjangnya hingga terlepas ,” katanya.

Mulai pukul 1:35 dini hari dan selama tiga jam berikutnya, sekitar lima unit rudal balistik menghantam pangkalan dengan berbagai interval.

“Saya tidak begitu takut untuk waktu yang lama. Sudah lama… Kami tidak tahu bagaimana jadinya – jika akan ada efek pemboman karpet ” kata Garland.

Ketika serangan berhenti sekitar pukul 4 pagi, para komandan dan tentara muncul dari bunker mereka ke api yang membakar di pangkalan, lebih dari selusin lokasi yang terkena dampak tetapi “secara ajaib, tidak ada korban”.

Dua tentara yang berada di menara jaga terlempar keluar dari posisi mereka tetapi hanya menderita gegar otak, kata komandan itu.

“Bagaimana mereka bisa selamat adalah mukjizat Tuhan,” kata Garland.

Dia mengatakan tembakan yang menghantam markas itu diatur sedemikian rupa untuk mengelabui tentara agar mengira pemboman itu sudah berakhir.

“Sudah cukup waktu untuk membuatmu merasa aman. Menurut pendapatku itu dimaksudkan untuk menimbulkan korban,” kata Garland.

Baca: AS Kosongkan Pangkalan Militer “Al-Balad” di Irak

Komandan Koprs Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Mayjen Hossein Salami pada Ahad lalu mengatakan bahwa rudal yang ditembakkan pada dini hari Rabu itu tidak ditujukan untuk membunuh personil AS.

Menurut AFP, tempat tinggal seorang prajurit benar-benar hancur dan masih berbau logam hangus.

Tentara yang tinggal di sana mengatakan kepada AFP bahwa mereka telah kehilangan semua barang-barang pribadi mereka; pakaian, buku, foto keluarga mereka dan kenang-kenangan yang telah mereka bawa lebih dari satu dekade di militer.

Tetapi mengingat intensitas serangan, Garland mengatakan, mereka beruntung.

“Teater serangan rudal balistik. Itu belum pernah terjadi sebelumnya,” pungkasnya. (mm/france24)

DISKUSI: