Miris, Kisah Ratusan Pemuda Suriah Dikirim ke Azerbaijan Tanpa Sadar untuk Menantang Maut

0
88

London, LiputanIslam.com –  Seorang pemuda asal Suriah di Azerbaijan mengaku dikirim ke negara yang sedang berkonfrontasi dengan Armenia ini tanpa pelatihan maupun kesadaran akan terlibat dalam kecamuk perang.

Dalam wawancara dengan lembaga penyiaran Inggris BBC yang dikutip oleh RT Arabic, Rabu (30/9/2020), pria Suriah yang menggunakan nama samaran “Abdullah” itu mengaku bertempur di Azerbaijan melawan pasukan Armenia, namun “merasa tertipu” dan menjadi “semacam orang buangan”.

Menurut pria itu, dia semula tidak mengetahui dikirim ke Azerbaijan untuk berperang, dan dia adalah satu di antara ratusan orang Suriah berusia maksimal 30 tahun yang dikerahkan untuk berperang di Azerbaijan, namun tanpa mendapat pelatihan terlebih dahulu.

BBC menyebutkan bahwa mereka dikirim “dengan sepengetahuan tentara Turki dan oposisi Suriah, Pasukan Nasional, yang bersekutu dengannya”.

Abdullah mengaku setuju menjalankan “suatu tugas di Azerbaijan dengan upah bulanan US$ 2000 demi memperbaiki kesejahteraan hidup diri dan keluarganya” namun “ tidak mengetahui (tugas) apa yang menantinya di sana”, dan saat itu masih belum meletus perang antara Azerbaijan dan Armenia.

Abdullah menceritakan secara detail perjalanannya dari Suriah menuju Azerbaijan melalui Turki manakala dia hanya tahu sebatas tugas “menjaga titik-titik militer di perbatasan”.

Abdullah memastikan bahwa orang-orang Suriah yang dikirim ke Azerbaijan itu belum menerima pelatihan militer untuk pertempuran, dan mereka sontak terkejut ketika tersiar berita pecahnya perang antara Azerbaijan dan Armenia.

“Mereka memasukkan kami ke dalam mobil pengangkut pasukan, kami mengenakan seragam Azeri, dan masing-masing kami dipersenjatai dengan satu senjata Kalashnikov,” kisahnya.

Dia menambahkan, “Sebagian besar orang di sini adalah warga sipil miskin yang berharap uang, bukan tentara.  Ketika mobil berhenti kami terkejut karena kami ternyata berada di front tempur, sementara kami bahkan tidak tahu di mana musuh berada.”

Abdullah mengatakan bahwa teman-temannya mulai menangis dan meminta dipulangkan ketika pengeboman dimulai.

“Bom jatuh di samping kami, empat orang Suriah tewas dan tiga lainnya terluka… Saya melihat 10 jenazah orang Suriah, sementara 70 lainnya terluka, tanpa layanan kesehatan yang memadai,” ungkapnya.

Abdullah, yang berkomunikasi dengan BBC melalui media sosial, menutup kisahnya dengan mengatakan; “Setelah dimulainya perang, kami mencoba memberi tahu para komandan di sini bahwa kami ingin kembali ke Suriah, tetapi mereka mencegah kami, mengancam kami dengan hukuman penjara yang lama jika kami tidak pergi berperang di garis depan. Kami menjadi seperti orang buangan.”

Dilaporkan bahwa pemerintah Armenia menuduh Turki mengerahkan 4000 militan Suriah ke Azerbaijan, namun otoritas Azerbaijan membantahnya.

Kabar mengenai pengiriman militan yang direkrut dan dikirim Turki ke Azerbaijan tersebar luas, namun belum j ada keterangan resmi dari pihak mana pun. (mm/rta)

Baca juga:

[Video]: Armenia Rebut Nagorno-Karabakh, Azerbaijan Umumkan Mobilisasi

Azerbaijan dan Pasukan Dukungan Armenia Berperang, Iran Nyatakan Siap Menengahi

DISKUSI: