Minta Bantuan Melawan Covid-19, Palestina Malah Diserang Israel

0
571

Ramallah, LiputanIslam.com –  Bangsa Palestina meminta kerjasama dengan Israel dalam penanggulanan epidemi Covid-19  namun malah mendapat serangan, pembunuhan, dan penghancuran dari rezim Zionis penjajah Palestina tersebut.

Hal itu diungkap oleh Sekjen Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Saeb Erekat dalam pernyataan di televisi Palestina Selasa (14/4/2020), seperti dilansir kantor berita Palestina Wafa.

“Menanggapi permintaan kami, Israel melakukan 187 serangan dalam beberapa hari terakhir, menewaskan tiga warga Palestina, dan melukai 47 lainnya di wilayah pendudukan Tepi Barat,” ujar Erekat.

Dia menambahkan bahwa Rezim Zionis juga menghancurkan 53 bangunan dan menangkap 188 orang Palestina.

Menurut Erekat, Israel menghalangi warga Palestina di al-Quds (Yerussalem) Timur dari layanan kesehatan yang diperlukan dalam penanggulangan Covid-19,  menyita bahan makanan, dan enggan mendisfektasi tempat-tempat umum.

Kementerian Kesehatan Palestina, Selasa, menyatakan sebanyak 308 orang terinfeksi Covid-19, dan dua lainnya meninggal di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Di hari yang sama Israel menyatakan virus mematikan ini telah menginfeksi 11.868 orang dan membunuh 117 lainnya.

Jalur Gaza yang dikenai blokade darat, udara, dan laut oleh Israel sejak 2007 kini menghadapi situasi kesehatan yang mengkhawatirkan. Laboratorium medis pusat di sana pada awal bulan ini mengaku kehabisan persediaan yang diperlukan untuk melakukan tes Covid-19.

Kondisi ini dipastikan akan menunda prosedur yang diperlukan untuk mengakhiri isolasi ratusan orang yang dikarantina dan telah memberikan sampel untuk pengujian.

Baca: Palestina: Israel Manfaatkan Situasi Covid-19 untuk Perluas Pemukiman Ilegal

Berbagai kelompok dan organisasi peduli HAM sejauh ini telah meminta kepada masyarakat dan lembaga-lembaga dunia  agar  mendesak Tel Aviv  mencabut blokade tersebut. Kementerian Kesehatan di Gaza sendiri juga telah merilis seruan darurat kepada dunia.

Baca: Jumlah Pasien COVID-19 di Israel Lampaui 10,000

Mayoritas penduduk di Gaza tinggal di kamp-kamp pengungsi berpenduduk padat sehingga tidak menyulitkan penerapan social distancing, dan wabah Covid-19 dapat beroptensi merajela di wilayah yang ditempai oleh hampir 2 juta penduduk itu jika langkah-langkah keamanan yang diperlukan tidak segera diambil. (mm/presstv)

DISKUSI: