Bocoran Suara Wartawan BBC Persia Ungkap Sejumlah Negara Inginkan Iran Terpecah dan Lemah

0
179

Teheran, LiputanIslam.com   Bocoran rekaman suara jurnalis saluran BBC Persia, Rana Rahimpour, mengungkap tujuan sebenarnya dari upaya sejumlah negara menunggi aksi demo protes dan membangkitkan kerusuhan di Iran.

Dalam bocoran suara itu terdengar Rahimpour mengatakan, “Saluran Iran International (yang didanai Arab Saudi) mengarahkan kepada para stafnya untuk melakukan jumpa-jumpa televisi (gelar wicara) dengan para pemimpin partai-partai kontra-pemerintahan (Islam) di Iran.”

Dalam bocoran yang tersiar pada Senin (7/11) itu dia juga menyebutkan, “Berita yang saya dengar kemarin adalah mengenai direktur saluran Iran International yang mengarahkan kepada para stafnya untuk mengadakan jumpa-jumpa televisi saja dengan para pemimpin partai kontra-pemerintahan di Iran, maksud saya ialah para pemimpin partai-partai Kurdi, Arab dan lain-lain. Berita ini sangat meresahkan.”

Dia lantas mengatakan, “Negara-negara kawasan sekitar tak menginginkan Iran yang demokratis, karena jika demokrasi terterapkan, gerakan wanita mengalami kemajuan dan mereka mendapatkan hak-haknya maka pihak yang akan paling ketakutan dan panik adalah Saudi.”

Dia menambahkan, “Tentu saja, kalangan oposisi tidak mementingkan masa depan Iran. Pertanyaan sekarang ialah mengapa mereka menginginkan disintegrasi Iran. Jawabannya ialah karena mereka ingin Iran jatuh lemah.”

Rana Rahimpour sendiri dalam postingannya di Instagram mengakui keaslian bocoran suara itu.

Jumat lalu kantor berita Fars milik Iran mengumumkan bahwa media kubu musuh negara republik Islam ini telah menyebarkan lebih dari 38,000 berita hoax anti-Iran dalam jangka waktu dari 14 September hingga 31 Oktober tahun ini.

Sebuah pernyataan bersama dari Kementerian Keamanan Iran dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengenai gelombang kerusuhan itu menegaskan, “Musuh dalam beberapa bulan terakhir berusaha menggalang kerusuhan dengan menghabiskan anggaran berlipat-lipat dan mengadopsi beragam cara.”

Pernyataan itu menambahkan, “Musuh menyewa akun tokoh-tokoh ternama yang memiliki jutaan pengikut untuk jangka waktu tertentu dengan tujuan menyebarkan informasi hoax atau menyudutkan Iran.” (mm/almayadeen/raialyoum)

Baca juga:

Iran Blak-Blakan Sebut Israel, Inggris dan Saudi Tunggangi Gelombang Kerusuhan

Kemlu Iran: Kesuksesan Ujicoba Wahana Pembawa Satelit Qaem 100 Gusarkan Musuh

 

DISKUSI: