Menlu Rusia: Gencatan Senjata di Idlib Sama Dengan Menyerah Kepada Teroris

0
114

Jenewa, LiputanIslam.com –  Menlu Rusia Sergey Lavrov menolak seruan penghentian serangan Pasukan Arab Suriah (SAA) yang didukung Rusia di Provinsi Idlib di barat laut Suriah, dan menyebut gencatan senjata tak ubahnya dengan “menyerah kepada teroris”.

“Penghentian serangan tidak akan berarti pengindahan HAM, melainkan justru berarti menyerah kepada teroris, atau bahkan kebersamaan dengan mereka dalam tingkah laku mereka,” tegasnya di depan Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, Selasa (25/2/2020).

Tanpa menyebutkan nama Turki yang menyokong pemberontak dan teroris di Idlib, Lavrov mengatakan bahwa sebagian negara “ingin membenarkan aksi-aksi brutal yang dilakukan oleh kelompok-kelompok radikal dan teroris”.

Sementara itu, jubir Kremlin Dmitry Peskov menyatakan sejauh ini tidak ada komunikasi antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan sejawatnya di Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengenai pertemuan puncak antara keduanya, namun ada kesepakatan untuk pertemuan multilateral mengenai Suriah.

“Pembicaraan bukan berkenaan dengan komunikasi bilateral, kami mempelajari kemungkinan penyelenggaraan pertemuan multilateral, dan sekarang kami mengkoordinasikan jadwal pertemuan puncak,” ujarnya.

Peskov menambahkan bahwa sejauh ini belum diambil keputusan karena para calon peserta belum memastikan sikap mereka mengenai pertemuan itu.

Di pihak lain, Erdogan sebelumnya mengaku merencanakan pertemuan puncak dirinya dengan para pemimpin Rusia, Prancis, dan Jerman pada 5 Maret mendatang mengenai eskalasi konflik di Suriah.

Baca: Terus Bertempur di Idlib, Tentara Suriah Bebaskan Beberapa Desa Lagi

Selasa kemarin dia juga menyatakan tak ada “kesepakatan penuh” terkait dengan penyelenggaraan pertemuan puncak Turki, Rusia, Prancis, dan Jerman mengenai Suriah, dan bahwa ada keraguan mengenai pertemuan ini pada pekan depan.

Namun dia menyebutkan bahwa “dalam kondisi terburuk” ada kemungkinan diadakan pertemuan bilateral dirinya dengan Presiden Rusia pada tanggal yang sama, di Istanbul ataupun di Ankara. (mm/raialyoum)

DISKUSI: