Menlu Iran Temui Emir Baru Kuwait

0
78

KuwaitCity, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif berkunjung ke Kuwait, menemui emir baru negara ini, Nawaf Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah, dan menyatakan takziyah pemerintah dan rakyat Iran atas wafatnya emir Kuwait sebelumnya, Syeikh Sabah Al-Ahmad Al- Sabah.

Zarif melawat Kuwait atas nama Presiden Iran Hassan Rouhani untuk menyampaikan dukungan Iran kepada Kuwait. Dia juga mengadakan pertemuan dan pembicaraan dengan mitranya dari Kuwait, Ahmad Nasser Al-Mohammad Al-Sabah.

Rabu lalu Rouhani dalam sebuah pesannya telah menyatakan bulasungkawa serta memuji peran Emir Sabah dalam keseimbangan dan moderasi regional.

Syeikh Sabah meninggal pada usia 91 tahun Selasa pekan lalu di sebuah rumah sakit di Amerika Serikat, dan pada hari itu pula Javad Zarif menyampaikan belasungkawa atas wafatnya al-Sabah.

“Berita kematian Emir Kuwait, yang menggambarkan moderasi dan keseimbangan untuk Kuwait dan kawasan, menyakitkan kami,” cuit Zarif dalam bahasa Arab.

Menurut Aljazeera, Syeikh Sabah yang lahir pada tahun 1929 dikenal sebagai arsitek kebijakan luar negeri Kuwait modern dan telah menjabat sebagai menteri luar negeri selama hampir 40 tahun (1963 dan 2003) ketika dia menjabat sebagai perdana menteri.

Dia dinobatkan menjadi emir Kuwait pada Januari 2006 setelah kematian Syeikh Jaber al-Sabah.

Pada Agustus 2019 Kuwait mengumumkan Syekh Sabah mengalami penurunan kondisi kesehatan yang membuatnya harus dirawat di rumah sakit. Pada Juli 2020 dia berobat dan menjalani operasi di AS.

Dia wafat manakala negaranya sedang memerangi pandemi COVID-19 yang telah menginfeksi lebih dari 103.981 orang dan menyebabkan 605 kematian di tengah penduduknya yang berjumlah 4,1 juta. Kementerian kesehatan Kuwait menyatakan lebih dari 95.500 orang telah sembuh dari penyakit yang sedang melanda dunia tersebut. (mm/fna)

Baca juga:

Sayid Nasrallah Nyatakan Tak Dapat Melupakan Besarnya Jasa Emir Kuwait

Kenang Emir Kuwait, Iran Sebut  Al-Sabah Sosok Moderat

 

DISKUSI: