Menlu Iran Sebut Israel Menghadapi “Konsekuensi Berat” atas Penistaan Masjid Al-Aqsa

0
119

Teheran, LiputanIslam.com   Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian mengecam penistaan Masjid al-Aqsa oleh rezim Zionis Israel, dan memperingatkan bahwa entitas rezim pendudukan itu akan menghadapi “konsekuensi berat” atas penistaan tersebut.

Kecaman itu dinyatakan Amir-Abdollahian dalam percakapan telepon dengan Sekjen Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Hussein Ibrahim Taha, Kamis (5/1), ketika keduanya membahas perkembangan terbaru di kawasan Timteng dan dunia Islam, termasuk tindakan ekstremis Zionis Itamar Ben-Gvir yang kini menjadi menteri Israel mendatangi kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Al-Quds.

Sembari mengapresiasi kecaman langsung Taha atas penistaan Zionis terhadap Masjid al-Aqsa, Amir-Abdollahian mengatakan, “Konsekuensi dari tindakan ini akan berat bagi rezim palsu Israel.”

Dia mengusulkan pembentukan “mekanisme hukum dan internasional yang efektif untuk menghentikan tindakan ofensif terhadap otoritas keagamaan dan tempat-tempat suci.”

Pada hari Selasa lalu, Ben-Gvir memasuki komplek Masjid al-Aqsa melalui Gerbang Mughrabi, dan orang Palestina menyebut aksi itu sebagai “provokasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Dalam percakapan telepon, Amir-Abdollahian juga mengapresiasi pendirian Sekjen OKI yang mengutuk tindakan majalah mingguan Prancis Charlie Hebdo memublikasi karikatur yang menghina Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei.

Menlu Iran menganggap pemerintah Prancis bertanggung jawab atas karikatur tersebut, dan menggarisbawahi bahwa peran Zionis dapat dilihat dari  tindakan berulang kali majalah Prancis yang terkenal itu terhadap kesucian agama.

Dia  juga menegaskan kembali sikap Republik Islam tentang perlunya mengakhiri perang dan konflik di Yaman, Afghanistan, dan Ukraina.

Di pihak lain, Taha mengutuk aksi terbaru Zionis terhadap Masjid al-Aqsa dan menyuarakan keprihatinan tentang masuknya Ben-Gvir ke komplek Al-Aqsa.

“Tindakan ini telah melukai perasaan ummat Islam,” tuturnya.

Taha menekankan bahwa tindakan provokatif  Zionis itu mengganggu perdamaian dan stabilitas di kawasan itu. Dia juga mengaku sedang mengadakan pembicaraan dengan berbagai lembaga untuk menekan rezim Israel  agar menghentikan tindakan tersebut.

Dia juga mengutuk penistaan yang dilakukan Charlie Hebdo, dan menyatakan bahwa masalah tersebut sedang dipelajari untuk memberikan tanggapan yang “proporsional” terhadap tindakan tersebut.

Kedua belah pihak juga menyatakan keprihatinan yang mendalam atas keputusan Taliban untuk melarang kaum perempuan belajar di Afghanistan, dan menyebut tindakan Taliban itu justru menyalahi ajaran Islam. (mm/presstv)

Baca juga:

Kedatangan Menteri Israel ke Masjid Aqsa Dibanjiri Kecaman

Majalah Charlie Hebdo Hina Pemimpin Besar Iran, Lembaga Penelitian Prancis di Teheran Ditutup

DISKUSI: