Menlu Iran Peringatkan Negara-Negara Teluk Penormalisasi Hubungan dengan Israel

0
140

Teheran, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian melontarkan pernyataan bernada peringatan terhadap negara-negara Arab Teluk Persia yang menormalisasi hubungan dengan Rezim Zionis Israel.

Dalam wawancara dengan saluran berita Al-Jazeera, Kamis (6/1), mula-mula dia mengatakan bahwa putaran keenam perundingan nuklir di Iran sedang berjalan di jalur yang benar, dan bahwa kesepakatan yang baik mengenai nuklir Iran akan bisa dicapai jika pihak Barat serius menghendakinya.

“Kesepakatan yang baik dapat dicapai di Wina jika pihak-pihak Barat memiliki niat dan kemauan untuk itu, dan kami menuntut pencabutan sanksi yang dijatuhkan oleh Trump, terutama yang bertentangan dengan perjanjian nuklir,” kata Abdullahian.

Dia menyebutkan bahwa negaranya menuntut adanya jaminan untuk tidak ada lagi  penerapan sanksi-sanksi yang sudah dicabut.

Abdollahian kemudian menyebutkan kecaman Iran terhadap negara-negara penormalisasi hubungan dengan Israel.

“Kami telah memperingatkan para tetangga kami bahwa normalisasi dengan Israel adalah kesalahan strategis, dan bahwa mereka adalah pihak pertama yang akan membayar harganya,” ujar Abdollahian.

Mengenai hubungan Iran dengan negara-negara Arab, dia menekankan bahwa dialog dengan Arab Saudi berlangsung positif dan konstruktif, dan Iran siap untuk pemulihan hubungan kapan saja. Dia menilai Riyadh menginginkan dialog mengenai berbagai isu regional, namun berfokus pada hubungan bilateral.

Abdullahian menambahkan bahwa perwakilan Iran untuk Organisasi Kerjasama Islam (OKI) akan kembali ke markas besarnya di kota Jeddah, Arab Saudi, dalam beberapa hari mendatang. “Ini adalah satu langkah positif,” katanya.

Dia melanjutkan, “Kami meyakini penting dialog regional secara meluas dan mencakup Saudi, Mesir dan Turki untuk penyelesaikan problematika kawasan.”

Arab Saudi dan Iran sejauh ini telah mengadakan empat putaran pembicaraan di Baghdad, ibu kota Irak, mengenai normalisasi hubungan dan mekanisme penyelesaian perselisihan.  Diperkirakan bahwa Baghdad masih akan menjadi tuan rumah putaran dialog selanjutnya.

Menanggapi ancaman Israel terhadap Iran, Abdollahian menyebut ancaman demikian bukanlah hal baru, dan menilai Israel tidak dalam posisi yang sanggup menepati ancaman serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.

Pada tahun 2020, empat negara Arab, yaitu UEA, Bahrain, Sudan dan Maroko menjalin kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel, di tengah upaya pejabat Israel untuk memasukkan Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya dalam kelompok negara-negara Arab penormalisasi hubungan dengan Israel, yang juga mencakup Mesir dan Yordania.

Normalisasi itu, selain dikecam keras oleh pihak-pihak Palestina, juga dikutuk oleh Iran, yang dipandang Israel sebagai musuh terbesarnya di Timur Tengah. (mm/alalam/raialyoum)

Baca juga:

Parlemen Iran Tanggapi Keras Pernyataan Raja Salman

Pompeo Minta Pemerintah AS Lindungi Dirinya dan Trump dari Ancaman Iran

 

DISKUSI: