Menlu Irak Ungkap Perkembangan Perundingan Iran-Saudi di Baghdad

0
280

Baghdad, LiputanIslam.com  Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein menyatakan bahwa Baghdad akan menjadi tuan rumah putaran baru pembicaraan antara Teheran dan Riyadh.

Dalam sebuah pernyataan kepada kantor berita resmi Irak, INA,  Ahad (24/4), Fuad mengatakan, “Pembicaraan putaran kelima antara Arab Saudi dan Iran di Baghdad berakhir dalam suasana yang positif, dan “Ibu Kota Baghdad akan menjadi tuan rumah putaran baru pembicaraan setelah selesainya putaran kelima antara Riyadh dan Teheran.”

Sebelumnya, Fuad mengatakan bahwa pemerintah Irak akan mengerahkan segenap upayanya dan memanfaatkan semua hubungannya demi menciptakan situasi yang kondusif bagi kesepahaman antara Teheran dan Riyadh.

Dalam beberapa bulan lalu Baghdad telah menjadi tuan rumah empat putaran perundingan Iran-Saudi.

Sementara itu, Juru bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri di parlemen Iran Majelis Syura Iran, Mahmoud Abbaszadeh Meshkini, memuji dialog kelima Iran-Saudi, dan menyebutnya “sangat positif dan konstruktif.”

Dalam siaran pers dia mengatakan; “Jika negara-negara penting seperti Iran, Arab Saudi dan Turki menikmati hubungan baik maka Asia Barat (Timur Tengah) dapat berubah menjadi blok kekuatan.”

Dia menekankan bahwa Iran “berkeinginan mengambil kendali inisiatif penguatan hubungan antaranegara kawasan dan memainkan peran yang bijaksana, tanpa melihat ke belakang,” serta mengapresiasi upaya “Kesultanan Oman dan Irak untuk memberikan landasan yang sesuai untuk memulai pembicaraan antara Iran dan Arab Saudi.”

Meshkini juga mengatakan “Teheran akan melanjutkan dialog Iran-Saudi sampai hasil positif tercapai, karena memperkuat hubungan antara kedua negara akan menguntungkan kawasan secara politik, budaya dan ekonomi.” (mm/raialyoum/alalam)

Baca juga:

Komandan AL Iran: Tak Ada yang Berani Dekati Perairan Teritorial Iran

Jenderal Iran: Tanda Kehancuran Zionis Sudah Terlihat

DISKUSI: