Washington, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken akan mengunjungi Arab Saudi minggu depan, perjalanan pertamanya ke Saudi sejak Teheran dan Riyadh setuju untuk menajlin kembali hubungan diplomatik dalam kesepakatan yang ditengahi oleh Beijing.
Kemenlu AS pada hari Jumat (2/6) menyatakan bahwa Blinken akan bertemu dengan pejabat Saudi dan menghadiri pembicaraan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) dalam kunjungannya yang dimulai pada tanggal 6 Juni.
Blinken akan “membahas kerja sama strategis AS-Saudi pada isu-isu regional dan global dan berbagai masalah bilateral, termasuk kerja sama ekonomi dan keamanan”, ungkap Kemenlu itu dalam sebuah pernyataan.
Dia juga akan menjadi tuan rumah bersama pertemuan apa yang disebut koalisi global melawan ISIS untuk “mengatasi ancaman berkelanjutan dari ISIS dan menegaskan kembali komitmen kami untuk memastikan kekalahannya yang abadi”.
Pejabat AS telah berulang kali menegaskan komitmen mereka terhadap aliansi dengan Arab Saudi dan keamanan negara kerajaan ini. Sejak perjanjian normalisasi Riyadh dengan Teheran, mereka juga dengan hati-hati menyambut pemulihan hubungan tersebut.
“Dari sudut pandang kami, apa pun yang dapat membantu mengurangi ketegangan, menghindari konflik, dan mengekang tindakan berbahaya atau destabilisasi apa pun oleh Iran adalah hal yang baik,” kata Blinken pada bulan Maret lalu setelah kesepakatan itu diumumkan.
Baru-baru ini, Arab Saudi dan AS telah bekerja sama di Sudan, di mana mereka mendorong gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai di negara Afrika itu.
Pernyataan yang mengumumkan kunjungan Blinken itu tidak menyebutkan Yaman, di mana Washington mengaku telah menganjurkan diakhirinya konflik Arab Saudi dan mitranya melawan kelompok pejuang Ansarullah, yang bersekutu dengan Iran.
Arab Saudi dan Houthi terlibat dalam pembicaraan langsung pada bulan April, yang mengarah pada kesepakatan pertukaran tahanan, setelah ada kesepakatan Saudi dengan Iran. (mm/aljazeera)
Baca juga:
Sanaa Sebut Riyadh Tak Serius Tuntaskan Isu Kemanusiaan
Menlu Saudi akan ke Teheran, Bawa Surat Raja Salman untuk Presiden Raisi