Menhan Israel: Gencatan Senjata Tak Berarti Keamanan bagi Para Petinggi Hamas

0
233

Quds, LiputanIslam.com –   Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz menyampaikan pernyataan bernada ancaman terhadap para petinggi Gerakawan Perlawanan Islam Palestina (Hamas).

Dia mengatakan bahwa gencatan senjata tak menjamin keamanan para pemimpin Hamas, termasuk Kepala Biro Politik Hamas di Gaza Yahya Sinwar dan Komandan Umum Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas Mohammad al-Dhaif.

Pernyataan ini dia lontarkan setelah beredar video Yahya Sinwar muncul di tengah masyarakat Gaza untuk pertama sejak diberlakukannya gencatan senjata antara Gaza dan Israel.

Dalam video itu tampak Sinwar berjalan kaki di jalanan kota Khan Yunis di selatan Jalur Gaza disambut oleh sejumlah orang dan kemudian mendatangi sebuah tenda yang dihadiri oleh para pelayat acara belasungkawa atas gugurnya Basim Isa, salah seorang komandan Brigade Al-Qassam.

“Tak ada kekebalan bagi para pemimpin Hamas, termasuk Mohammad al-Dhaif dan Yahya Sinwar. Saya tak menjalin perjanjian perlindungan dengan siapapun di antara mereka, dan saya tidak terikat untuk tidak adanya gangguan terhadap mereka,” ungkap Gantz, Ahad (23/5).

“Tel Aviv hanya akan memperkenankan masuknya kebutuhan dasar kemanusiaan saja ke Gaza sampai para tahanan dan orang-orang Israel yang hilang di Gaza dikembalikan,” imbuhnya.

Hamas menawan empat orang Israel, dua di antaranya tentara, dalam peristiwa perang Gaza-Israel tahun 2014.

Dia juga menyebutkan bahwa tindakan Israel terhadap Gaza sekarang akan jauh lebih terbatas dibanding masa sebelum serangan ke Israel ke Gaza yang berlangsung selama 11 hari sejak 10 hingga 21 Mei lalu.

Dia mengatakan bahwa Israel akan melarang perluasan zona pencarian ikan di kawasan pantai Gaza di Laut Mediterania, mengupayakan penguatan otorita Palestina, dan tidak memperkenankan Hamas membuat jadwal kerja.

Seperti diketahui, gencatan senjata diterapkan sejak Jumat 21 Mei lalu setelah Israel 11 hari melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza yang dihuni oleh lebih dari dua juta orang Palestina dan diblokade oleh Israel sejak tahun 2006 sampai sekarang.

Serangan Zionis itu menggugurkan 279 orang Palestina di Gaza, termasuk 69 anak kecil dan 40 wanita dewasa, serta melukai 8900 orang lainnya dengan kondisi 90 di antaranya parah.

Sedangkan di pihak Israel tercatat 13 korban tewas dan ratusan lainnya terluka akibat gempuran rudal para pejuang Palestina di Gaza. (mm/raialyoum)

Berita Terkait:

[Video] Yahya Sinwar Muncul dan Hamas Berparade di Gaza Usai Perang, Pertanda Apa?

[Video] Kamera Drone Dokumentasikan Dahsyatnya Kehancuran di Gaza Akibat Gempuran Israel

DISKUSI: