TelAviv, LiputanIslam.com – Media Israel menyatakan bahwa Hamas masih kuat dan mampu mengendalikan Gaza meski sudah 49 hari diperangi habis-habisan oleh tentara Israel.
Saluran TV 12 Israel mencatat bahwa Brigade Al-Qassam berhasil “menerapkan gencatan senjata di selatan dan utara Jalur Gaza,” dan tahu bagaimana membawa para tawanannya pada waktu yang ditentukan dan ke tempat yang tepat bagi mereka di Rumah Sakit Khan Yunis.
Menepis anggapan bahwa Hamas telah “berlutut” di hadapan Israel, saluran itu menyatakan; “Kata (bertlutut) ini masih jauh, sayang sekali.”
Saluran itu juga menyatakan bahwa semua tawanan Israel di Gaza “diabaikan dan dikhianati oleh pemerintah Israel, dan jika mereka tidak melakukan apa pun untuk mengembalikan mereka, maka ini akan menjadi pengabaian dan pengkhianatan kedua.”
Sementara itu, Mayor Jenderal Cadangan Israel Ziv menyatakan bahwa jika Hamas saat ini berhasil menghentikan kelanjutan pertempuran, maka “mereka telah menang.”
Dia menyatakan kekhawatirannya terhadap kembalinya pengungsi Palestina kembali ke rumah mereka di Jalur Gaza utara, menurut media Israel.
Media Israel melaporkan bahwa sejak Jumat pagi puluhan ribu warga Palestina kembali dari selatan Jalur Gaza ke utara, dan tentara Israel akan mengambil tindakan untuk mencegah mereka berpindah antara selatan dan utara.
Anggota Knesset Israel dari Partai Likud, Tali Gottliff, mengatakan bahwa Israel memberikan segalanya kepada Hamas dalam perjanjian gencatan senjata “tanpa menerima satu pun tanda kehidupan” dari para tawanan di Gaza.
“Menyetujui jam gencatan senjata dan menawarkan bahan bakar adalah tindakan yang memperkuat Hamas, yang menafsirkan ini sebagai kelemahan kita,” ujarnya.
Brigade Al-Qassam dan perlawanan Palestina di Gaza pada Jumat malam membebaskan 39 tawanan perempuan dan anak di bawah umur Palestina dari penjara Israel, sebagai bagian dari gelombang pertama perjanjian gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran dengan tawanan pemukim, yang dimulai pada hari itu dan akan berlanjut selama empat hari.
Tawanan perempuan dan anak-anak Palestina yang dibebaskan dari Penjara Ofer tiba di kota Beitunia, sebelah barat Ramallah di Tepi Barat, di tengah sambutan meriah penduduk Palestina, yang meneriakkan slogan-slogan untuk resistensi dan Gaza, sementara para tawanan yang dibebaskan dari Penjara Ofer itu melambai tangan sembari memperlihatkan isyarat jari V yang berarti kemenangan.
Jalur Gaza sendiri diwarnai perayaan besar-besaran atas kesepakatan tawanan tersebut setelah gelombang pertama tawanan dibebaskan. (mm/almayadeen)
Baca juga: