TelAviv, LiputanIslam.com – Media Israel melaporkan bahwa efektivitas operasi Angkatan Udara (AU) Israel terhadap Hizbullah Lebanon menurun dalam beberapa hari terakhir karena Hizbullah menemukan cara untuk menghadapi operasi tersebut.
Channel 13 Israel, Senin (13/11), menyebutkan AU Israel tidak lagi mampu melakukan operasi darat melewati perbatasan Lebanon karena Hizbullah telah menyesuaikan taktiknya untuk mengatasinya.
Disebutkan bahwa Israel menerima “hantaman dan cedera” dari Hizbullah, termasuk pada operasi sukses Hizbullah terhadap posisi tentara Israel di dekat perbatasan pada Ahad lalu.
Seorang pakar militer juga mengatakan kepada Channel 12 Israel bahwa peristiwa yang terjadi pada hari itu di sepanjang perbatasan antara wilayah pendudukan Israel dan Lebanon merupakan suatu peristiwa yang memalukan bagi Israel.
Hizbullah memutuskan untuk mengubah taktik militernya dalam bentrokan lintas batas dengan rezim Israel pada akhir Oktober ketika mereka meluncurkan rudal darat ke udara untuk melawan drone Israel yang digunakan untuk mengidentifikasi pejuang Hizbullah yang mendekati daerah perbatasan.
Sehari sebelumnya, pemimpin Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menegaskan pihaknya akan terus memberikan tekanan pada Israel untuk memaksa rezim tersebut mengakhiri kebrutalannya Gaza, yang sejauh ini telah menggugurkan lebih dari 11.000 orang sejak perang dimulai pada 7 Oktober.
Nasrallah mengatakan penggunaan rudal Burkan (Gunung Berapi) kaliber berat oleh Hizbullah, yang dapat membawa hulu ledak seberat setengah ton bahan peledak, telah meningkatkan kemampuan tempur kelompok tersebut dalam perang melawan rezim Israel selama seminggu terakhir.
“Tidak diragukan lagi, minggu lalu terjadi peningkatan dalam operasi, baik secara kualitatif maupun dalam hal jumlah operasi dan kualitas rudal yang kami gunakan,” katanya. (mm/presstv)
Baca juga:
IRGC: Perang Gaza Bisa Jadi Meluas, Iran Siap Jalani Segala Kemungkinan
Israel Lanjutkan Kejahatannya di Gaza, Jumlah Syuhada Bertambah Menjadi 11,240 Orang