TelAviv, LiputanIslam.com – Sejumlah orang Palestina gugur, beberapa lainnya terluka, dan 12 rumah hancur total akibat pemboman Israel di area Jabalia Services Club di Jalur Gaza utara pada pada Senin malam (13/11).
TV resmi Palestina mengatakan: “Puluhan orang gugur, dan 12 rumah hancur total, dalam pemboman pendudukan (Israel) yang menargetkan area Jabalia Services Club.”
Melalui Telegram, televisi pemerintah menerbitkan gambar-gambar “para syuhada dan korban luka dalam serangan pendudukan Israel terhadap alun-alun perumahan di kawasan Jabalia Services Club.”
Pemerintah Gaza mengumumkan pada hari Senin bahwa sejauh ini sebanyak 11,240 warga Palestina gugur, termasuk 4.630 anak-anak dan 3.130 wanita, dan 29.000 lainnya terluka akibat serangan udara Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza sejak pecahnya perang pada 7 Oktober.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengkonfirmasi bahwa jalan-jalan di Jalur Gaza utara sulit diakses, dipenuhi puluhan jenazah, dan tidak mungkin menghitung jumlah korban karena tentara Israel tak segan-segan menyerang ambulan dan tim penolong yang mencoba mendekati mereka.
Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengumumkan bahwa operasi kemanusiaannya di Jalur Gaza akan dihentikan dalam waktu 48 jam karena tidak bahan bakar tidak diperbolehkan masuk.
Dalam postingan di platform X, Senin, Direktur UNRWA di Gaza Thomas White mengatakan bahan bakar tidak diperbolehkan masuk ke Gaza sejak 7 Oktober lalu.
Dia menambahkan bahwa mereka memperoleh bahan bakar selama tiga minggu terakhir dari salah satu tangki di perbatasan Mesir melalui koordinasi antara UNRWA dan Israel, sementara tangki ini “sekarang juga sudah kosong.”
Presiden AS Joe Biden di hari yang sama meminta Israel untuk “melindungi” Rumah Sakit Al-Shifa, yang notabene terbesar di Jalur Gaza, sementara pertempuran sengit terus berlanjut antara pasukan Israel dan pejuang Hamas di sekitar kompleks ini.
“Rumah sakit harus dilindungi,” kata Biden kepada wartawan di Kantor Oval ketika ditanya apakah dia mengungkapkan keprihatinannya kepada Israel terkait masalah ini.
Selama 38 hari, tentara Israel melancarkan perang yang menghancurkan di Jalur Gaza, yang telah menyebabkan bencana kemanusiaan dan buruknya kondisi kesehatan, karena sekitar 1,5 juta dari 2,3 juta orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka akibat pemboman yang terus menerus dan pencegahan pasokan makanan, air, obat-obatan, listrik dan bahan bakar. (mm/raialyoum)
Baca juga: