Media AS Sebut Drone Tempur Iran Ubah Keadaan di Ukraina

0
316

Virginia, LiputanIslam.com   Drone buatan Iran dikabarkan mulai muncul pertama kalinya dalam perang di Ukraina kurang dari seminggu yang lalu, dan segera mengubah keadaan.

Andriana Arekhta, seorang sersan pertama di angkatan bersenjata Ukraina, menyebutkan bahwa drone itu terbang dari Krimea untuk menyerang unit pasukan khusus yang bertempur di dekat kota selatan Kherson.

“Drone itu berhasil mengelak dari pertahanan tentara, menjatuhkan bom di posisinya, dan menghancurkan dua tank dengan awak di dalamnya,” tutur Arekhta kepada surat kabar AS Politico.

“Sangat sulit untuk melihat drone ini di radar, ini masalah besar,” lanjutnya.

Selama seminggu terakhir, Rusia telah mengerahkan drone tempur Shahed-136 dan Mohajer-6 buatan Iran di seluruh Ukraina, dengan hasil yang menghancurkan. Beberapa di antaranya menyerang posisi-posisi tempur serta menghancurkan tank dan kendaraan lapis baja.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pernyataannya pada Jumat lalu mengatakan bahwa pasukan anti-pesawat negaranya telah menembak jatuh lebih dari sepuluh drone di wilayah Dnipropetrovsk timur dan Odessa.

Angkatan Udara Ukraina menyebut drone itu bertipe Shahed-136 dan Muhajir-6,yang membawa amunisi dan juga dapat digunakan untuk misi pengintaian.

Namun demikian, menurut Politico dalam laporannya pada hari Senin (26/9), tiga orang tentara Ukraina dalam beberapa wawancara mengatakan bahwa pesawat drone Iran menimbulkan ancaman besar.

Kedatangannya di medan perang, kata mereka, membuat kebutuhan Barat untuk mengirim tambahan senjata modern semakin mendesak.

Menurut Politico, drone Iran tampaknya telah menjadi “pengubah permainan” bagi Rusia. Drone itu relatif kecil, terbang rendah, dan menghindari radar Ukraina.

Arekhta juga mengatakan drone itu bisa ditembak jatuh dengan rudal anti-pesawat Stinger, tapi hanya pada siang hari, karena senjata yang disediakan oleh AS ini tidak dilengkapi dengan sistem penglihatan malam.

Ukraina membutuhkan pertahanan udara modern, seperti sistem kontra-roket, artileri dan mortar yang digunakan AS di Afghanistan, dan radar 360 derajat untuk melawan ancaman baru, kata kelompok itu.

“Saya harus berada dalam posisi melawan helikopter Rusia di satu sisi dan drone Iran yang datang dari sisi lain. Sangat sulit untuk mencakup area yang luas dengan Stingers, dengan senjata lain yang dapat mengenai drone ini,” keluhnya.

Arekhta menggunakan drone Switchblade 300 yang disediakan oleh Washington, namun pesawat nirawak ini pada dasarnya adalah sistem komersial yang tidak cukup kuat untuk bekerja melawan kendaraan lapis baja dan artileri.

Dia mengatakan bahwa Ukraina membutuhkan drone Switchblade 600 yang telah ditingkatkan, yaitu senjata yang dia sebut “Javelin terbang.” (mm/politico)

Baca juga:

Pakar Israel: Drone Buatan Iran Lumat Sistem-Sistem Pertahanan Udara Barat di Ukraina

Ukraina Mengaku Tembak Jatuh 4 Drone Kamikaze Iran

DISKUSI: