Mantan Komandan IRGC: AS Berkemungkinan Pecah Menjadi Negara Persemakmuran Akibat Pandemi Covid-19

0
648

Teheran, LiputanIslam.com –  Sekretaris Dewan Kebijaksanaan Iran (EC) dan mantan komandan Korps Pengawal Revolusi Islam Mohsen Rezayee menilai AS beroptensi pecah menjadi beberapa negara persemakmuran setelah krisis Covid-19 berakhir.

“AS mungkin berubah menjadi negara persemakmuran di dunia pasca-virus corona,” tulis Rezayee di halaman twitter-nya, Rabu (15/4/2020).

Dia menambahkan bahwa biaya tinggi dari pembangunan militer AS yang sia-sia di negara-negara lain, disefesiensi pemerintahan AS,  dan ketidakpercayaan negara-negara bagian kepada Pemerintah Federal merupakan “bom waktu” bagi negara ini.

Menurut Organisasi untuk Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi, AS merupakan salah satu negara paling tak setara di dunia, dan diungguli oleh hanya segelintir negara, yaitu Bulgaria, Turki, Meksiko, Chili, Kosta Rika dan Afrika Selatan.

Pandemi Covid-19 dan “shutdown” ekonomi yang diakibatkan olehnya berpotensi meningkatkan kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin. Para dokter dan pakar kesehatan masyarakat mengatakan status sosial ekonomi berpengaruh pada  selamat atau tidaknya orang dari wabah ini.

Baca: Pasukan Elit Iran Kembangkan Sistem Pintar Identifikasi Cepat Covid-19

Virus baru memang tidak memandang ras ataupun status sosial ekonomi orang, tapi data yang dirilis oleh beberapa negara menunjukkan bahwa ras dan status sosial ekonomi dengan segala sesuatu yang menyertainya, termasuk akses ke perawatan kesehatan berkualitas , dapat menghasilkan perbedaan besar mengenai apakah seseorang tertular virus dan apakah dia akan selamat atau tidak.  (mm/fna)

DISKUSI: