Kubu Mansour Hadi Sebut Misi PBB di Yaman Gagal  

0
105

Aden, LiputanIslam.com –  Kubu presiden pelarian Yaman Abed Rabbuh Mansour Hadi menyatakan bahwa misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Hudaydah, Yaman, gagal dan tidak menghasilkan kemajuan apapun.

Brigjen Sadeq Dwaid, anggota apa yang disebut Komite Pemulihan Pengerahan Pasukan di Hudaydah yang berafiliasi dengan kubu Mansour Hadi di Twitter, Senin (13/1/2020), mencuit, “Sudah satu tahun penuh, namun misi PBB di Hudaydah tidak menghasil sebarang kemajuan untuk penerapan Perjanjian Stockholm.”

Di hari yang sama Dewan Keamanan PBB mengadopsi rancangan resolusi yang diajukan oleh Inggris, untuk memperluas kegiatan Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam Mendukung Implementasi Perjanjian Hodaydah selama enam bulan tambahan, hingga 15 Juli 2020.

Sejak tahun 2014 Yaman dilanda konflik antara Ansarullah dan pasukan loyalis Mansour Hadi. Konflik ini membesar setelah pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi militer membela Mansour Hadi sejak Maret 2015.

Baca: Setelah Menggempur Pasar di Yaman, Ini Komentar Aliansi Saudi-UEA

Sejak intervensi itulah korban dalam jumlah besar berjatuhan. Jumlah jorban tewas tercatat resmi sekira 10,000 orang, sementara korban luka mencapai lebih dari 56,000 orang, namun pihak lembaga-lembaga kemanusiaan menyatakan jumlah korban jauh lebih besar dari itu.

Baca: Houthi akan Perluas Target Serangan, 6 di Saudi dan 3 di UEA

Selain itu, sebanyak 3,3 juta orang mengungsi, 24,1 orang atau lebih dari sepertiga populasi negara ini, membutuhkan bantuan, menurut catatan PBB yang bahkan menyebut krisis Yaman sebagai yang terburuk di dunia sekarang.  (mm/rtarabic/raialyoum)

DISKUSI: