Kontak Senjata di Beirut, Rekayasa untuk Picu Konflik Sunni-Syiah

0
517

Beirut, LiputanIslam.com –  Beirut, ibu kota Libanon, pada Ahad lalu (1/8) digemparkan oleh kontak senjata yang dipicu oleh aksi penembakan sekelompok orang terhadap rombongan peserta prosesi pemakaman jenazah anggota Hizbullah Ali Shebli.

Penembakan yang terjadi di sebuah jalan di kawasan Khalde, Beirut selatan, itu menjatuhkan empat korban tewas dan puluhan korban luka, dan tentara Libanon segera mendatangi lokasi dengan mengerahkan sejumlah mobil lapis baja karena kondisinya dinilai sangat rawan.

Media Barat mengaitkan insiden ini dengan isu Sunni-Syiah sembari menyebutkan bahwa kontak senjata itu terjadi antara rombongan prosesi Hizbullah yang Syiah dan sekelompok warga Sunni yang mengawali penembakan ketika rombongan itu melintas di kawasan Khalde.

Namun demikian, Hizbullah menyebut para penembak itu hanyalah kawanan geng lokal, yang jika Hizbullah menghendaki maka bisa saja kelompok pejuang anti-Israel ini menumpas mereka dalam tempo tak lebih dari lima menit.

Ali Fadhlullah,anggota parlemen Libanon dari kelompok Hizbullah mengatakan, “Peristiwa yang terjadi itu adalah ulah kawanan begundal pemberontak negara, dan kami dapat membasmi kawanan ini dalam tempo 5 menit, tapi kami mengedepankan proses melalui negara.”

Karena itu, Hizbullah mendesak pemerintah Libanon agar segera meringkus para pelaku penembakan dan memroses mereka secara hukum.

Ali Shebli terbunuh dalam peristiwa penembakan yang terjadi di sebuah acara pesta pernikahan pada Sabtu pekan lalu.

Beberapa media Libanon menyebutkan bahwa pelaku penembakan adalah Ahmad Zaher Ghosn yang tinggal di Khelda. Ahmad Zaher membunuh Ali Shebli setelah menuduh Ali pada tahun lalu telah membunuh saudara Ahmad menyusul perselisihan antara Ali dan saudara Ahmad mengenai pemasangan spanduk peringatan Asyura.

Sebagian media menyebutkan bahwa peristiwa ini dipicu oleh dendam, namun sebagian media Libanon lainnya, termasuk Al-Akhbar, menilai peristiwa ini lebih bermotif rekayasa untuk membangkitkan fitnah besar berupa konflik Sunni-Syiah di negara ini.

Pasalnya, sebagaimana dikatakan repoter Libanon Ridhwan Mortadha kepada saluran Al-Jadid, jika motifnya dendam maka sesuai adat dan tradisi masyarakat Arab setempat seharusnya cukup dengan terbunuhnya Ali Shebli tanpa perlu ada pencegatan dengan tembakan seperti yang terjadi di Khelda.

Sementara itu, gerakan Amal pimpinan Nabih Berri yang juga bermazhab Syiah memperingatkan bahaya fitnah ini dan mendesak supaya aparat keamanan Libanon segera mengambil tindakan tegas demi meredakan situasi. (mm/fna)

Baca juga:

Israel Gelisah, Rudal Presisi Hizbullan akan Tentukan Jalannya Perang Mendatang

Mesir Diam-Diam Hubungi Hizbullah, Bahas Isu Gaza, Krisis Libanon dan Iran

 

DISKUSI: