Koalisi Saudi-UEA Perpanjang Gencatan Senjata Yaman 1 Bulan

0
795

Riyadh, LiputanIslam.com –  Pasukan koalisi Arab Saudi-Uni Emirat Arab (UEA) memperpanjang gencatan senjata Yaman satu bulan.  Gencatan senjata sepihak ini sebelumnya berakhir pada Kamis lalu manakala  masyarakat internasional memperingatkan kemungkinan terjadinya “bencana” jika virus corona (Covid-19) menyebar di Yaman.

Koalisi yang dipimpin Saudi itu,  Jumat (24/4/2020), mengumumkan bahwa gencatan senjata sepihak di Yaman akan diperpanjang  selama satu bulan lagi dengan alasan demi mencegah penyebaran virus corona di negara miskin yang juga dilanda perang itu.

Sebelumnya dilaporkan bahwa gencatan senjata itu tidak diperpanjang.

Baca: Gencatan Senjata di Yaman Dinyatakan Berakhir

Gencatan senjata itu sendiri ditolak oleh kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) yang menguasai Sanaa, ibu kota Yaman, dan banyak wilayah lain di selatan di bagian Yaman.

Ansarullah menyatakan bahwa gencatan senjata itu hanyalah akal-akalan Saudi dan UEA untuk mengelabui publik internasional, karena dalam praktiknya pasukan koalisi itu masih melanjutkan serangan militernya.

Jurubicara koalisi Arab Saudi-UEA, Turki al-Maliki, dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh kantor berita Saudi, SPA,  mengumumkan bahwa koalisi pimpinan Saudi telah memutuskan untuk “memperpanjang gencatan senjata selama satu bulan sejak Kamis”.

“Koalisi ini menegaskan kembali bahwa masih ada peluang untuk memfokuskan semua upaya untuk mencapai gencatan senjata yang komprehensif dan abadi di Yaman,” lanjut al-Maliki.

PBB telah mendesak semua pihak yang bersiteru di Yaman agar menghentikan permusuhan selama pandemi Covid-19, sementara Yaman telah mencatat kasus infeksi pertamanya pada tanggal 10 April. (mm/mee)

DISKUSI: