Koalisi Saudi Kerahkan Pasukannya di Front Ma’rib, Ansarullah Siap Hadapi Agresi

0
305

Sanaa, LiputanIslam.com  Juru bicara gerakan Ansarullah, Muhammad Abdul Salam, Ahad (24/4), menyatakan bahwa koalisi yang dipimpin Arab Saudi memobilisasi pasukannya di front Marib.

Abdul Salam mengingatkan bahwa tanggapan pihaknya terhadap pelanggaran gencatan senjata PBB di Yaman “akan sangat menyakitkan bagi Riyadh dan Abu Dhabi,” dan bahwa angkatan bersenjata Yaman dan para pejuang Ansarullah “siap untuk menghadapi agresi apapun.”

Sebelumnya, Ketua Dewan Politik Tertinggi Yaman, Mahdi Al-Mashat, menegaskan keinginan pihaknya untuk menyukseskan gencatan senjata, pembukaan kembali bandara Sanaa dan pelabuhan Hudaydah, dan pencabutan blokade demi meringankan penderitaan rakyat Yaman.

Koalisi pimpinan Saudi dilaporkan terus melanggar gencatan senjata di Yaman. Perusahaan Minyak Yaman pada Kamis lalu mengkonfirmasi bahwa koalisi Saudi telah menahan kapal desel ambulan Harvest, meskipun telah diperiksa dan memperoleh izin dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Utusan PBB untuk Yaman, Hans Grundberg, menilai bahwa “gencatan senjata masih rentan dan temporal.”

Gencatan senjata antara koalisi pimpinan Saudi dan pemerintah Sanaa mulai berlaku pada malam tanggal 2 April lalu. Saat itu Grundberg mengumumkan bahwa “di bawah gencatan senjata ini, semua operasi militer ofensif melalui darat, udara dan laut akan dihentikan.” (mm/raialyoum)

Baca juga:

Gencatan Senjata Dilanggar, Perang Yaman Berkobar lagi di Ma’rib

Daripada Mengagresi Yaman, Pasukan Arab Disarankan Pergi ke Quds

DISKUSI: