Koalisi Arab Cegah Puluhan Kapal Tanker Bongkar Muatan di Yaman

0
92

Hudayda, LiputanIslam.com –  Perusahaan Perminyakan Yaman (YPC) menyatakan bahwa pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi telah mencegah puluhan kapal tanker bahan bakar minyak membongkar muatannya di Yaman meskipun memiliki izin.

Dalam sebuah pernyataan, Senin (24/8/2020), YPC mencatat sebanyak 20 kapal sekarang ditahan di lepas pantai Yaman untuk periode waktu yang berbeda, dan 16 kapal tanker di antaranya memuat 400.979 ton bensin dan solar.

YPC mengecam pencegahan itu dan menyebutnya sebagai pelanggaran HAM serta semua prinsip kemanusiaan internasional.

YPC memperingatkan bahwa pencegahan itu mengabaikan secara terbuka ketentuan perjanjian Stockholm, yang menekankan keharusan memfasilitasi kedatangan bahan-bahan dasar dan bantuan kemanusiaan ke pelabuhan Hudaydah, Yaman barat, dengan cara yang memenuhi kebutuhan bangsa Yaman.

Pada bulan Desember 2018 delegasi gerakan Ansarullah (Houthi) dan delegasi kubu loyalis mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi mengadakan putaran negosiasi damai di Rimbo, utara ibu kota Swedia, Stockholm, hingga menghasilkan pengumuman dokumen kesepakatan terobosan.

Dokumen itu mencakup tiga ketentuan: gencatan senjata di sepanjang front Hudaydah dan penempatan kembali angkatan bersenjata di luar kota dan pelabuhannya; kesepakatan pertukaran tawanan; dan pernyataan pemahaman tentang kota Taiz di Yaman selatan.

YPC mengatakan, aliansi militer pimpinan Saudi terus melakukan blokade ketat terhadap bangsa Yaman melalui berbagai tindakan pembajakan maritim guna mencegah kapal-kapal yang memuat minyak, gas alam, makanan, obat-obatan, dan bahan pokok lainnya bersandar di pelabuhan Hudaydah. (mm/presstv)

Baca juga:

Jenderal Loyalis Hadi Tewas dalam Pertempuran dengan Ansarullah

Ansarullah Obrak-Abrik Belasan Sarang Teroris Takfiri ISIS dan Al-Qaeda di Yaman

DISKUSI: