Keterlaluan, Bahrain Tolak Resolusi Kecaman PBB terhadap Israel

0
589

Jenewa, LiputanIslam.com –   Untuk pertama kalinya di dunia Arab, sebuah negara Arab enggan menyetujui resolusi Dewan HAM PBB yang berkedudukan di Jenewa, Swiss, karena berisi kecaman terhadap aksi-aksi Rezim Zionis Israel di wilayah pendudukan Palestina.

Al-Mayadeen, Rabu (24/3), melaporkan bahwa wakil Bahrain di dewan itu menghindar dengan cara meninggalkan ruang sidang pemungutan suara untuk draf resolusi tersebut.

Dalam resolusi itu Dewan HAM PBB meminta Komisaris Tinggi PBB untuk Ham (OHCHR) membuat laporan mengenai pelanggaran HAM di wilayah pendudukan Palestina. Resolusi bernada keras terhadap Israel itu juga menyerukan embargo senjata terhadap Israel, dan lolos dengan dukungan 32-6.

Resolusi itu “menyerukan kepada negara-negara anggota PBB berhenti mentransfer senjata , yang berisiko jelas bahwa senjata demikian dapat digunakan untuk melakukan atau memfasilitasi pelanggaran serius atau pelanggaran hukum hak asasi manusia internasional atau pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional”.

Sikap Bahrain itu tak pelak membangkitkan kemarahan orang-orang Palestina, terlebih karena banyak negara Eropa bahkan memberikan suara mendukung resolusi tersebut.

Dengan ulah demikian, Bahrain tercatat sebagai negara Arab pertama yang melakukan aksi walk out dari sidang yang mendukung hak Palestina, dan sidang itu ternyata menghasilkan 32 suara dukungan dari total 47 negara anggota.

Para anggota delegasi Bahrain dalam dewan itu enggan berkomentar kepada wartawan Al-Mayadeen ihwal penolakannya terhadap resolusi tersebut.

Bersama Uni Emirat Arab, Bahrain telah menandatangani perjanjian normalisasi hubungan dengan Israel di Gedung Putih, AS, pada 15 September 2020. (mm/almayadeen)

Baca juga:

Netanyahu: Tak akan Ada Negara Palestina Berkedaulatan Penuh

Saudi Jelaskan Pendiriannya Mengenai Normalisasi Hubungan dengan Israel

 

DISKUSI: