Ketegangan Meningkat, Iran Tambah Beberapa Nama Pejabat dan Entitas Eropa dalam Daftar Hitam

0
125

Teheran, LiputanIslam.com   Kemlu Iran memasukkan tiga entitas dan 22 individu dari Uni Eropa (UE) ke dalam daftar hitam, selain satu entitas dan delapan pejabat Inggris, karena  mereka”mendukung terorisme” dan “mengobarkan kerusuhan” di Iran.

Tiga entitas itu ialah Radio J, stasiun radio komunitas Yahudi yang berbasis di Paris; Sahabat Eropa Israel di dalam Parlemen Eropa; dan perusahaan konstruksi Heberger yang telah “partisipasi dalam pembangunan peralatan pabrik” yang dipakai untuk membuat senjata kimia yang digunakan dalam Perang Iran-Irak pada 1980-an.

Iran juga memasukkan beberapa anggota Parlemen Eropa, pejabat kota, polisi dan komandan militer, dan tiga eksekutif majalah satir Prancis Charlie Hebdo, yang baru-baru ini menerbitkan serangkaian karikatur yang mengejek para pemimpin Iran.

Dua pemimpin politik sayap kanan Belanda, Rasmus Paludan dan Edwin Wagensveld, dikenai sanksi karena menghina Al-Quran.

Dari Inggris Raya, Teheran mendaftar hitamkan lembaga pemikir Henry Jackson Society serta jaksa agung, beberapa pejabat senior dan mantan militer dan intelijen, serta seorang kepala otoritas penjara.

Tindakan serupa telah dilakukan Iran pada beberapa putaran sanksi sebelumnya yang diumumkan oleh Teheran di mana yang terakhir di antaranya ialah pada bulan lalu, antara lain larangan masuk ke Iran dan penyitaan aset apa pun yang mungkin mereka miliki di Iran.

Langkah-langkah itu diumumkan dua hari setelah Uni Eropa dan Inggris menjatuhkan sanksi terhadap puluhan pejabat dan entitas Iran.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian mengatakan bahwa perlakuan Eropa terhada Korps GardaRevolusi Islam (IRGC) merupakan pengulangan dari pengalaman gagal AS.

“Di tengah atmosfir keamanan yang diciptakan setelah krisis Ukraina, Uni Eropa memperhatikan dengan seksama perkembangan Iran baru-baru ini setelah kematian Mahsa Amini, dan ini menyebabkan sikap mereka yang bias, tergesa-gesa, dan tidak masuk akal, karena didasarkan pada informasi yang salah, logika palsu, dan berita palsu,” kata Amir Abdollahian.

“Di kalangan politik Eropa pembicaraan tentang kemungkinan mencap IRGC sebagai organisasi teroris sedang berlangsung,” tambahnya.

Pada hari Rabu, anggota Parlemen Eropa mendukung amandemen yang ditambahkan ke laporan tahunan kebijakan luar negeri , dan menyerukan kepada Uni Eropa dan negara anggotanya agar memasukkan IRGC ke dalam daftar hitam organisasi teroris versi Uni Eropa. Langkah tersebut disahkan dengan suara 598 setuju, sembilan menentang, dengan 31 abstain. (mm/fna/aljazeera)

Baca juga:

AS dan Israel Gelar Latihan Militer Berskala Luas untuk Gertak Iran

Iran Mengaku Mendapat Sikap Positif dari Para Pejabat Saudi

 

 

DISKUSI: