Kemlu Iran Ungkap Rincian Baru Pendekatan Teheran-Riyadh dan Keterlibatan Iran di Ukraina

0
136

Teheran, LiputanIslam.com   Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) bersikap kontradiktif mengenai negosiasi nuklir, dan menekankan perlunya melanjutkan negosiasi sampai kesepakatan akhir tercapai.

“AS menunjukkan sikap kontradiktif mengenai negosiasi nuklir, dan tindakan non-konstruktifnya menunda pencapaian kesepakatan, karena tidak memberikan langkah positif untuk mengakhiri negosiasi nuklir dan mencapai kesepakatan,” ujar Kanaani dalam konferensi pers, Senin (27/12).

Dia menambahkan, “Kami percaya bahwa negosiasi nuklir harus dilanjutkan sampai kesepakatan final tercapai. Kesepakatan masih di atas meja, jendela untuk dialog dibuka oleh Iran, dan jika kemauan tersedia di pihak barat maka kesepakatan akan tercapai.”

Mengenai apakah ada tekad untuk mengubah arah negosiasi setelah KTT Baghdad 2 di Yordania, Kanani menjelaskan, “KTT tersebut merupakan kesempatan yang baik untuk melakukan dialog antara Iran dan kepala negosiator Eropa, dan untuk mengadakan pertemuan penting antara (Menlu Iran Hossein) Amir-Abdullahian dan pejabat kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell.”

Menurutnya, kedua belah pihak telah membahas penghapusan sanksi selama dua jam, sementara pendekatan AS “menunjukkan kontradiksi, kebingungan, standar ganda dan sikap negatifnya.”

Ditanya mengenai kerusuhan di Iran dan mundurnya Barat dari meja perundingan, Kanaani mengatakan,  “Kami memperingatkan negara-negara yang berperan dalam masalah ini. Protes dianggap sebagai salah satu hak orang Iran, tapi Iran tidak menerima campur tangan asing dalam urusan ini dan pengubahan protes menjadi aksi rusuh.”

Dia menambahkan, “Mereka yang campur tangan dalam peristiwa yang terjadi belakangan ini di Iran salah dalam perhitungan mereka, mereka sekarang yakin bahwa perhitungan mereka salah, dan sekarang mereka mengumumkan bahwa mereka tidak mencari perubahan rezim di Iran.”

Kanaani menegaskan, “Iran tidak akan melupakan tindakan ilegal dan campur tangan Barat dalam urusan Iran, dan akan meminta pertanggungjawaban mereka. Saya mengimbau kepada beberapa negara Eropa Barat agar berhenti bersikeras memainkan peran campur tangan.”

Dia menyebutkan bahwa dalam kerusuhan yang terjadi di Iran beberapa waktu lalu, sejumlah warga negara Eropa ditangkap dengan berkas yang jelas dan diserahkan ke negaranya, dan bahwa peran warga sejumlah negara, terutama negara Eropa Barat, dalam kerusuhan belakangan ini sepenuhnya jelas.

Mengenai tuduhan otoritas Ukraina bahwa Iran mengirim senjata ke Rusia, Kanaani mengatakan,  “Kami telah menyatakan pendirian kami tentang masalah Ukraina, dan tuduhan terhadap Iran tidaklah menguntungkan Ukraina dan rakyatnya. Kami menolak tuduhan otoritas Ukraina, dan mengkonfirmasi kesiapan kami untuk membantu menyelesaikan krisis dan membangun perdamaian di sana.”

Dia memastikan Iran tak berpihak dalam krisis Ukraina, dan siap membantu mencarikan solusi untuk krisis tersebut. Dia juga menyebut ancaman Kyiv terhadap Teheran sebagai sikap yang  “tak bertanggung jawab”.

Menanggapi pertanyaan tentang peran mantan Perdana Menteri Irak, Mustafa Al-Kadhimi, dalam pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani, Kanaan mengatakan bahwa Iran mengikuti kasus pembunuhan Soleimani dengan dimensi yang berbeda.

“Kami menganggap pemerintah AS bertanggung jawab untuk itu, dan kami mengikuti prosedur hukum dalam hal ini,” imbuhnya.

Mengenai Arab Saudi, dia menilai pernyataan Riyadh belakangan ini mengenai pembicaraannya dengan Teheran sebagai bukti kesiapan Saudi untuk dialog.

Kanaani mengatakan, “Kami telah melakukan lima putaran negosiasi dengan Arab Saudi, dan kami optimis tentang jalannya negosiasi, karena pernyataan Kementerian Luar Negeri Saudi baru-baru ini mengenai negosiasi dengan kami adalah bukti kesediaan Riyadh untuk melakukan dialog.” (mm/almayadeen)

Baca juga:

IRGC Cokok Tujuh Gembong Kriminal yang Terafiliasi dengan Inggris

Iran Sebut Tudingan Barat Mengenai Ukraina Pertanda Efektivitas Drone Iran

DISKUSI: