Iran Sebut Tudingan Barat Mengenai Ukraina Pertanda Efektivitas Drone Iran

0
170

Teheran, LiputanIslam.com   Petinggi militer Iran menilai tuduhan Barat bahwa Rusia menggunakan drone Iran dalam perang melawan Ukraina menunjukkan “efektivitas” program Teheran di bidang ini.

Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran, Mayjen Mohammad Bagheri, Ahad (25/12), mengatakan, “Rumor yang disebarkan sekarang oleh para arogan dunia (AS dan sekutunya) mengenai penggunaan drone Iran dalam perang Ukraina, adalah bagian dari perang psikologis musuh (terhadap Iran).”

Dia menambahkan,  “Terlepas dari banyak klaim palsu ini, namun itu menunjukkan efektivitas, signifikansi dan tingginya peringkat Republik Islam di bidang drone.”

Ukraina dan negara-negara sekutu Baratnya menuding Rusia menggunakan drone buatan Iran dalam serangan di Ukraina.

Sebagai tanggapan, beberapa pihak Barat memberlakukan sanksi terhadap Teheran, yang mencakup berbagai perusahaan dan pejabat militer, termasuk Bagheri.

Iran telah berulang kali membantah memasok senjata ke pihak mana pun “untuk digunakan dalam perang” di Ukraina, sebelum mengonfirmasikan pada awal November lalu bahwa pihaknya telah memasok sejumlah drone ke Rusia, tapi sebelum Moskow memulai invasi ke wilayah Ukraina pada akhir Februari.

Jenderal Bagheri memastikan Iran akan terus berupaya mengembangkan program drone. Dia juga menyebutkan bahwa angkatan bersenjata Iran “akan terus mengembangkan dan meningkatkan dronenya,” dan menekankan bahwa Teheran “akan bekerja sama dengan berbagai negara” di bidang ini.

Bagheri percaya bahwa drone yang diproduksi oleh Iran “dicirikan oleh akurasi, kemampuan bertahan (di udara untuk waktu yang lama), kesinambungan operasi dan implementasi misi di tingkat global yang besar, dan mampu melakukan berbagai operasi.”

Iran mulai mengembangkan program drone sejak 1980-an, selama perang melawan Irak (1980-1988).

Pengembangan drone Iran menimbulkan kekhawatiran musuh-musuhnya, AS dan Israel, yang menuduhnya menyediakan senjata ini kepada sekutunya di Timur Tengah, termasuk Hizbullah Lebanon dan faksi-faksi pejuang Palestina di Jalur Gaza, dan gerakan Ansarullah di Yaman, atau menggunakan senjata ini untuk menyerang pasukan AS dan lalu lintas pelayaran di Teluk. (mm/tasnim)

Baca juga:

Ukraina Serukan Penghancuran Pabrik Drone dan Rudal Iran

Perkembangan Hubungan Militer Rusia-Iran Bikin AS dan Israel Ketar-Ketir

DISKUSI: