Kemlu Iran Jelaskan Kondisi Perwakilannya di Afghanistan

0
241

Teheran, LiputanIslam.com –  Jubir Kemlu Iran Saeed Khatibzadeh menjelaskan kondisi lima perwakilan negaranya di Afghanistan sembari menyebutkan bahwa para staf di Kedubes Iran di Kabul dikurangi namun dengan jumlah yang tak sampai melumpuhkan kegiatan pokok.

Dalam jumpa pers di Teheran Ahad malam dia mengatakan, “Mengenai perwakilan Republik Islam Iran di Afghanistan, kondisinya ialah bahwa lima perwakilan negara kami di Afghanistan yang mencakup Kabul, Mazar-i Sharif, Jalalabad, Herat dan Kandahar, rekan-rekan kami beberapa jam lalu telah keluar dari tiga perwakilan yang mencakup Mazar-i Sharif, Jalalabad dan Kandahar, dan melanjutkan kegiatan mereka melalui Kabul.”

Meski demikian, dia menyebutkan bahwa tak ada pengumuman penutupan tiga perwakilan itu, dan di sana hanya ada para petugas keamaan dan para staf lokal.

Dia menambahkan, “Mengenai Kedubes Iran di Kabul, jumlah stafnya dikurangi, dan rekan-rekan telah pulang pada batas di mana aktivitas yang darurat tak sampai lumpuh.”

Sementara itu, di malam yang sama Menlu Iran Mohamamd Javad Zarif menyatakan negaranya masih terus mengupayakan rekonsiliasi di Afghanistan.

Menanggapi pernyataan Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai di Twitter, Zarif menyatakan, “Kekerasan dan perang, sebagaimana pendudukan, sama sekali tak akan pernah dapat menyelesaikan problematika Afghanistan.”

Dia menambahkan, “Inisiatif saudara-saudara di Dewan Koodinasi dan para pemimpin Afghanistan lainnya membuka peluang dialog dan peralihan secara damai kepada perdamaian yang stabil. Republik Islam akan melanjutkan upayanya untuk rekonsiliasi di Afghanistan.”

Karzai sendiri dalam cuitannya menyebutkan bahwa menyusul kepergian Presiden Afghanistan Ashraf Ghani ke luar negeri setelah Taliban bergerak memasuki Kabul telah dibentuk Dewan Koordinasi yang terdiri atas para tokoh terhormat, yaitu Ketua Dewan Tinggi Rekonsiliasi Nasional Abdullah Abdullah, pemimpin jihad dan Partai Islam Afghanistan Gulbuddin Hekmatyar dan mantan presiden Hamid Karzai dengan tujuan mengelola urusan perdamaian dan peralihan kekuasaan secara damai.

“Dewan ini meminta pasukan keamanan pemerintah dan pasukan keamanan Islam Taliban menahan diri dan menghindari konfrontasi, huru hara dan penggerakan orang-orang yang tak bertanggungjawab dan tak berkompeten,” ungkap Karzai.

Seperti diketahui, gerilyawan Taliban pada hari Ahad telah memasuki Kabul, ibu kota Afghanistan, dari berbagai penjuru dan kemudian menguasai istana kepresidenan, dan Ashraf Ghanipun bertolak meninggalkan negaranya dengan alasan demi menghindari pertumpahan darah dan jatuhnya banyak korban sipil. (mm/alalam)

Baca juga:

Kuasai Kabul, Taliban Nyatakan Perang di Afghanistan Sudah Berakhir

Panik, Kedubes AS di Afghanistan Musnahkan Dokumen Sensitif

DISKUSI: