Kecam Keras Pernyataan Erdogan di Azerbaijan, Kemlu Iran Panggil Dubes Turki

0
119

Teheran, LiputanIslam.com –   Pembacaan sebuah puisi oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat berkunjung ke Azerbaijan berbuntut panjang. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran telah memanggil Duta Besar Turki Derya Ors di Teheran untuk menyampaikan nota protes terhadap Erdogan.

Juru bicara Kemlu Iran  Saeed Khatibzadeh, Jumat (11/12/2020), mengatakan bahwa Duta Besar Turki untuk Teheran Derya Ors telah dipanggil menyusul pernyataan ‘usil dan tidak dapat diterima’ yang diucapkan Presiden Erdogan di Baku, ibu kota Azerbaijan.

Menurut Khatibzadeh, Teheran telah menyuarakan ‘protes keras’ terhadap pernyataan Erdogan, dan mendesak pemerintah Turki untuk memberikan penjelasan secepat mungkin.

Dalam pertemuan dengan Duta Besar Turki Derya Ors Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Iran urusan Eurasia mengingatkan bahwa “era klaim wilayah dan imperium penghasutan perang sudah lama berlalu”.

Iran juga memperingatkan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan siapa pun mencampuri integritas teritorialnya dan tidak akan berkompromi pada keamanan nasionalnya sebagaimana terlihat dalam sejarah.

Sehari sebelumnya, Erdogan berkunjung ke Azerbaijan untuk menghadiri parade militer negara ini dalam rangka pembebasan wilayah Nagorno-Karabakh dari pendudukan gerilyawan pemberontak yang didukung Armenia.

Pada parade dan upacara yang juga dihadiri oleh Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev itu, Erdogan membacakan puisi tentang Sungai Aras di perbatasan Iran-Azerbaijan.

“Mereka memisahkan Sungai Aras dan mengisinya dengan batu dan batang. Aku tidak akan terpisahkan darimu. Mereka telah memisahkan kami secara paksa, ”bunyi bagian dari puisi yang mengusik Iran tersebut. Pernyataan ini telah menuai reaksi dan kecaman dari pejabat dan warganet Iran.

Syair itu sendiri digubah oleh penyair Azerbaijan Mohammad Ibrahimov dan berisi klaim “nilai sejarah” sungai Aras bagi bangsa Azerbaijan.

Iran gusar atas pembacaan syair itu oleh Erdogan karena isinya mengekspresikan keprihatinan atas apa yang disebut oleh penggubahnya sebagai “pemisahan secara paksa” sungai Aras dengan semua sisinya dari bangsa Azerbaijan, sementara sungai yang terletak di dekat perbatasan Azerbaijan-Iran itu ada di wilayah Iran.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif di halaman Twitter-nya juga telah mengecam pembacaan syair itu oleh Erdogan, sembari menyebutkan bahwa Erdogan bisa jadi membacakannya begitu saja tanpa dia mengerti maksud yang terkandung di dalamnya.

“Presiden Erdogan tidak diberi tahu bahwa apa yang dia ucapkan dengan buruk di Baku itu mengacu pada pemisahan paksa wilayah utara Aras dari tanah air Iran. Tidakkah dia sadar bahwa dia sedang merongrong kedaulatan Republik Azerbaijan? TIDAK ADA yang bisa bicara tentang Azerbaijan tercinta kami,” tulis Zarif.

Dengan cuitan ini Zarif mengingatkan bahwa Erdogan tak perlu berbicara soal sungai itu karena negara Azerbaijan sendiri semula adalah bagian Iran, yang kemudian terampas dari Iran dalam peristiwa perang Persia (Iran)-Rusia pada tahun 1804-1913 yang berujung kekalahan pihak dinasti Qajar Iran. (mm/fna/mehr/wikipedia)

Baca juga:

Svobodnaya Pressa: Iran Bersiap Membalas Pembunuhan Ilmuwan Nuklirnya

Turki Tunjuk Duta Besar Barunya untuk Israel, Ada Apa?

DISKUSI: