Kajian di Prancis Ungkap Kerapuhan UEA di Depan Drone dan Rudal Yaman

0
255

Paris, LiputanIslam.com –   Institut Hubungan Internasional Prancis (IFRI) menerbitkan sebuah kajian yang mengungkap “kerapuhan Uni Emirat Arab (UEA) dalam menghadapi serangan pesawat nirawak (drone) dan rudal Yaman, meskipun pengeluaran Abu Dhabi sangat besar untuk belanja persenjataan militer.”

Peneliti dari IFRI Jean-Loup Samaan dalam sebuah penelitian menyebutkan telaknya serangan pasukan Yaman kubu Sanaa dalam operasi “Badai Yaman” pada 17 Januari, dan serangan-serangan susulannya serta kerapuhan UEA dalam menghadapi sengitnya serangan drone dan rudal Yaman.

Statistik resmi internasional mencatat rezim UEA telah menghabiskan sekira $5 miliar sejak 2015 untuk kesepakatan militer di tengah aktivitas untuk memicu perang di Yaman dan Libya serta intervensi di beberapa negara.

Impor UEA tercatat sebesar $4,98 miliar dalam lima tahun terakhir, yaitu dari 2015 hingga 2019.

Angka-angka tersebut hanya terkait dengan statistik yang diumumkan, sementara rezim UEA diduga kuat telah membuat banyak kesepakatan secara rahasia sebagai bagian dari kebijakannya menghamburkan banyak kekayaan negaranya demi persenjataan.

Data ini  juga tidak termasuk pengeluaran tambahan untuk pasukan militer UEA dan tentara bayaran yang mereka biayai, atau pembiayaan berbagai ketegangan di Libya atau Yaman. (mm/alalam)

Baca juga:

Suriah, Yaman dan Cechnya Dukung Pengakuan Putin atas Kemerdekaan Dua Wilayah di Ukraina Timur

[Video:] Pasukan Sanaa Libas Pasukan Kubu Saudi di Hajjah

DISKUSI: