NewYork, LiputanIslam.com – Seorang jenderal purnawirawan Israel mengakui ketangguhan Hamas dalam melawan invasi militer Rezim Zionis Israel di Jalur Gaza.
Dalam artikel yang diterbitkan New York Times (NYT), Mayjen (purn) Giora Eiland mengatakan, “Dari sudut pandang profesional, saya harus menghormati ketangguhan mereka. Saya tidak melihat tanda-tanda runtuhnya kemampuan militer Hamas atau kekuatan politik mereka untuk terus memimpin Gaza.”
NYT juga mengutip pernyataan Michael Milshtein, mantan perwira senior intelijen Israel, yang mengkritik pernyataan beberapa pejabat Israel yang menyebut Hamas berada pada titik puncaknya. Dia memperingatkan bahwa para pejabat tinggi Israel mungkin menciptakan ekspektasi yang salah mengenai lamanya invasi di Jalur Gaza.
“Mereka sudah lama mengatakan bahwa Hamas akan runtuh, tapi itu tidak benar. Setiap hari, kami menghadapi pertempuran yang sulit,” kata Milshtein.
NYT juga mengutip keterangan analis militer AS bahwa hasil terbaik bagi Israel mungkin adalah melemahkan kemampuan militer Hamas, namun tujuan terbatas ini pun dianggap sebagai upaya yang sangat sulit.
Pada November lalu, Jenderal Charles Q. Brown dari AS mengatakan bahwa menumpas Hamas akan menjadi “perintah yang cukup besar.”
Dan pada tanggal 26 Desember, Dan Halutz, mantan panglima militer Israel, mengatakan rezimnya telah kalah dalam pertempuran melawan para pejuang Palestina di Gaza.
Dalam sebuah wawancara, Halutz mengatakan satu-satunya kemenangan yang bisa diraih adalah penggulingan perdana menteri. “Bagi saya, gambaran kemenangan adalah ketika Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengundurkan diri,” tuturnya.
Dia juga mengatakan,“Tidak akan ada gambaran kemenangan karena gambar tersebut mencerminkan hilangnya 1.300 nyawa dan 240 tahanan, meskipun mereka telah kembali, dan sekitar 200.000 pengungsi yang gagal kembali ke rumah mereka.” (mm/presstv)
Baca juga: