TelAviv, LiputanIslam.com – Seorang mantan petinggi militer Israel menyatakan pemerintah Amerika Serikat (AS) tidak memberikan semua senjata yang diminta tentara Israel untuk memenangi perang yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.
Mayjen (purn.) Itzhak Brik, mantan kepala komite pengaduan di tentara Israel, dalam wawancara dengan Channel 7, Rabu malam (27/12), menjelaskan bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden tidak memberikan semua senjata yang diminta Tel Aviv, dan bahwa gudang senjata Israel hampir kosong.
Brik memastikan tentara Israel sangat bergantung pada AS, dan berlanjutnya perang di Gaza berarti pemerintahan Biden terus mengirim senjata ke Tel Aviv. Dia memperingatkan bahwa situasi militer akan jauh lebih rumit jika Israel memasuki perang multi-front atau regional.
“Tentara Israel untuk pertama kalinya mengakui bahwa gerakan Hamas belum dikalahkan pada tahap perang ini, dan bahwa tentara akan mengubah strateginya atau bersiap untuk membuat perubahan strategis di Jalur Gaza,” tuturnya.
Dia mengakui sulit menumpas Hamas dan “ini dapat dimengerti sejak lama”. (mm/alalam)