Teheran, LiputanIslam.com – Operasi Badai Al-Aqsa yang dilakukan oleh para pejuang resistensi Palestina dinilai oleh Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Baqeri sebagai titik balik dalam perjuangan bangsa Palestina melawan rezim pendudukan Zionis Israel.
Baqeri pada hari Senin (8/1), menjelaskan bahwa pejuang Palestina berhasil merancang dan melakukan aksi militer berskala besar meski Gaza diblokade dan tanpa akses ke fasilitas apa pun.
Menurutnya, kubu pejuang Palestina memanfaatkan kapasitas mereka sendiri dalam operasi tersebut dan membuat kubu musuh di tingkat internasional terpukau oleh tingginya kemampuan dan kecerdasan mereka.
“Mereka juga berhasil melemahkan keamanan Israel dan menghancurkan harapan Zionis di masa depan,” ungkap Baqeri.
Jenderal ternama Iran ini menyebutkan bahwa setelah operasi 7 Oktober, para pejuang Palestina memang menyaksikan dahsyatnya kebrutalan Israel terhadap rakyat Palestina, namun mereka terbukti tangguh dan bertahan melawan pasukan Zionis, dan ini praktis menimbulkan tekanan mental pada Zionis.
Baqeri memastikan Rezim Zionis runtuh dan gagal bertahan jika AS berhenti mendukung mereka barang sehari pun.
Menurutnya, AS membekali Israel dengan jet tempur, bom, dan berbagai peralatan setiap hari, sementara beberapa negara regional juga mengirimkan fasilitas militer ke rezim tersebut.
Dia mengatakan bahwa beberapa kapal mengangkut bantuan kepada Israel berangkat ke wilayah pendudukan Palestina setiap hari. Namun, lanjut Bageri, kelangsungan hidup Rezim Zionis tetap disangsikan. (mm/presstv)
Baca juga: