Teheran, LiputanIslam.com – Komandan Divisi Dirgantara Korps GardaRevolusi Islam (IRGC) Iran Brigjen Amir Ali Hajizadeh memuji tingginya kemampuan negaranya dalam pembuatan beragam alutsista, dan memastikan kemampuannya meningkatkan jangkauan rudal balistik hipersonik yang dikembangkan di dalam negeri menjadi 2.000 kilometer.
Jenderal Hajizadeh mula-mula mengatakan bahwa di tengah badai sanksi dan tekanan, Iran justru berhasil mencapai “semua teknologi canggih di bidang industri pertahanan” dengan mengandalkan kemampuan dalam negeri.
“Kita seharusnya tidak melihat ke luar negeri untuk kemajuan di dalam negeri. Kekuatan tumbuh di IRGC setiap hari,”sumbarnya.
Komandan Divisi Dirgantara IRGC juga menambahkan bahwa versi rudal berikutnya mungkin memiliki jangkauan 2.000 kilometer, sementara jangkauan yang ada saat ini yang hanya 1.400 kilometer.
Pada awal Juni, IRGC memamerkan rudal balistik hipersonik buatan dalam negeri yang dinamai “Fattah”, dengan jangkauan 1.400 kilometer, kecepatan Mach 13-15, dan menggunakan teknologi supercanggih untuk menembus dan menghancurkan semua sistem pertahanan anti-rudal.
Hajizadeh mengatakan Iran kini menjadi satu di antara empat negara di dunia pemilik teknologi pengembangan rudal hipersonik.
Dia memastikan bahwa tidak seperti jenis rudal lainnya, Fattah tidak dapat dilawan oleh sistem pertahanan apa pun, dan tidak dapat dihancurkan oleh rudal apa pun karena kemampuan manuvernya yang tinggi di mana ia dapat bergerak ke berbagai arah dan ketinggian.
“Kegiatan kami di bidang ini tidak berakhir dengan pembuatan rudal ini. Kami akan melanjutkan jalan ini sehingga tidak ada musuh yang membayangkan menyerang Iran,” tegas komandan senior itu.
Doktrin militer Republik Islam menyatakan bahwa kemampuan bersenjata negara semata-mata untuk tujuan pertahanan.
Para komandan militer Iran mengatakan negara republik Islam bertengger di antara sejumlah kecil negara dunia yang memproduksi pesawat nirawak dan rudal presisi, dan berbagai kekuatan dunia menyukai alutsista buatan Iran.
Pakar dan teknisi militer Iran dalam beberapa tahun terakhir telah membuat kemajuan besar dalam pembuatan berbagai peralatan dalam negeri, sehingga angkatan bersenjatanya mandiri di bidang persenjataan.
Para pejabat Iran telah berulang kali menekankan bahwa negara ini tidak ragu-ragu dalam meningkatkan kemampuan militernya, termasuk kekuatan rudal dan pesawat nirawak, yang sepenuhnya dimaksudkan untuk pertahanan, dan bahwa kemampuan pertahanan Iran tidak akan pernah dinegosiasikan. (mm/alalam/fna)
Baca juga: