Teheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi menilai gerakan resistensi Palestina kini lebih kuat dari sebelumnya, sementara pihak musuh terus melemah.
Dalam pertemuannya dengan Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, dan sejumlah anggota Biro Politik faksi pejuang Palestina ini, Selasa (20/6), Presiden Raisi menyatakan bahwa kemenangan Poros Resistensi mengungkap dan membuktikan bahwa citra yang ingin dibangun oleh Rezim Zionis Israel mengenai kehebatan daya tangkalnya tidaklah nyata.
Sayid Raisi mengapresiasi dan mengucapkan selamat atas prestasi faksi-faksi pejuang Palestina dalam pertempuran terbaru dengan Israel.
Dia menyebut prestasi itu sebagai kemenangan yang menunjukkan bahwa gerakan resistensi telah menjadi lebih tangguh dari sebelumnya, sedang pihak musuh berada dalam posisi yang lebih lemah dari sebelumnya.
Presiden Iran menganggap kekompakan faksi- faksi Palestina di bawah panji resistensi sebagai “anugerah ilahi” yang harus dipertahankan dan diperkuat.
“Poros resistensi telah dimulai hari ini untuk mengubah keseimbangan kekuatan dan keadaan yang menguntungkannya serta merugikan rezim hegemonik, tidak hanya di Palestina tetapi juga di kawasan dan bahkan di arena internasional,” ujar Raisi.
Raisi menilai bahwa visi politik, baik di dalam maupun di luar Palestina, mengenai konfrontasi yang sedang berlangsung di tanah Palestina telah mencapai keadaan yang harmonis dan bersatu.
Dia mengatakan, “Bahkan mereka yang semula mencari negosiasi dan kesepakatan dengan entitas Zionis dan pelindungnya sekarang telah menyadari secara mendalam bahwa mundur dan negosiasi dengan entitas ini tidak ada gunanya, dan bahwa satu-satunya cara untuk menghadapinya adalah resistensi.”
Sayid Raisi juga menyebutkan, “Sekarang tak ada lagi yang percaya barang sedikit kepada entitas Zionis dan para pendukungnya. Ini juga merupakan prestasi besar Poros Resistensi. Republik Islam Iran dan Poros Resistensi sejak semula tak pernah percaya bahwa para Zionis dan para pendukungnya tak akan konsisten kepada perjanjian apapun, tapi sekarang masalah ini sudah terang bagi seluruh dunia.”
Presiden Iran kemudian menegaskan bahwa pembebasan Al-Quds merupakan isu terbesar Dunia Islam, dan bahwa normalisasi dengan Israel merupakan pengkhianatan terhadap cita-cita Palestina serta tikaman dari belakang terhadap Poros Resistensi. (mm/alalam)
Baca juga: