Jenderal Bagheri: Strategi Iran untuk Usir AS Berlanjut

0
191

Teheran, LiputanIslam.com   Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran, Meyjen Mohammad Hossein Bagheri,  memastikan strategi Iran untuk mengusir pasukan Amerika Serikat (AS) berlanjut sampai membuahkan hasil.

Hal itu dinyatakan Bagheri, Sabtu (7/1), pada peringatan tahun ketiga serangan rudal Iran terhadap pangkalan udara terbesar pasukan AS di Irak, yaitu Ain Al-Asad, yang terjadi beberapa hari setelah serangan drone AS yang menggugurkan jenderal legendaris Iran Qassem Soleimani.

Bagheri mengatakan, “Pada pagi hari tanggal 3 Januari 2020, pemerintah teroris AS menggugugurkan pahlawan nasional dan dunia Islam, Letjen Haji Qassem Soleimani, dan sejumlah rekannya di Poros Resistensi di Bandara Baghdad dalam serangan pesawat nirawak.”

Dia menambahkan, “Aksi teror ini mengejutkan bangsa Iran, negara-negara Islam, dan negara-negara lain di dunia, bahwa bagaimana pemerintah AS dapat menyerang tamu pemerintah Irak dalam serangan pesawat nirawak, yang jelas-jelas melanggar semua aturan hukum, politik dan internasional.“

Bagheri mengatakan,, “Jelas bahwa dalam situasi seperti itu, menanggapi aksi teror AS menjadi tuntutan pertama bangsa Iran, dan bahkan negara-negara pencari keadilan, setelah kesyahidan Pemuka Syuhada Poros Resistensi. Republik Islam Iran juga menyadari permintaan yang sah ini dan bersiap menyerang dan menghancurkan Pangkalan Ain al-Asad AS di Irak, yang dikenal sebagai salah satu pangkalan perencanaan pembunuhan Jenderal Soleimani.”

Dia lantas menyebutkan, “Oleh karena itu, pada pagi hari tanggal 8 Januari, Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menembakkan 13 rudal balistik dan menghancurkan markas di mana pembunuhan telah dirancang dan dilaksanakan.”

Jenderal Bagheri juga memastikan operasi serangan rudal bersandi “Syahid Qassem Soleimani” itu adalah tindakan pembalasan pertama, yang telah mampu meruntuhkan hegemoni dan AS di kawasan Timteng dan dunia dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya selama 70 tahun terakhir.

Dia lantas menegaskan,”Bagaimana juga, operasi ini hanyalah awal dari pekerjaan. Strategi Republik Islam Iran dan Poros Resistensi, seperti yang hendak dicapai oleh Syahid Haji Qasem, adalah untuk mengusir pasukan teroris AS dari kawasan, dan tujuan ini akan dikejar sampai terwujud.”

Dia juga menandaskan, “Selain itu, Republik Islam dan Poros Resistensi masih berhak membalas orang-orang yang mengarahkan serta pelaku aksi teror, dan kasus ini akan tetap terbuka sampai para teroris dihukum.” (mm/mna)

Baca juga:

Diduga Terlibat Teror Jenderal Soleimani, Hizbullah Irak Sebut Mantan PM Irak Tak Bisa Lolos dari …

Rai al-Youm: Soleimani Diteror karena Gagalkan Proyek Besar AS di Timteng

DISKUSI: