Israel Tangkis Serangan Rudal Gaza Usai Kemenangan Netanyahu dalam Pemilu

0
46

Quds, LiputanIslam.com   Sebuah roket ditembakkan dari Jalur Gaza ke Israel (Palestina Pendudukan 1948), Kamis (3/11), beberapa jam setelah mantan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dinyatakan sebagai pemenang pemilihan legislatif.

“Satu roket ditembakkan dari Jalur Gaza… roket itu dicegat,” ungkap militer Israel dalam sebuah pernyataan saat mengkonfirmasi peluncuran roket pertama sejak konflik tiga hari di Jalur Gaza pada Agustus lalu antara Israel dan Jihad Islam Palestina (PIJ).

Surat kabar Israel, Ha’aretz, menyebutkan sirene terdengar di sejumlah pemukiman di perbatasan Jalur Gaza dan sistem pertahanan rudal Kubah Besi diaktifkan.

Lembaga penyiaran Israel Kan 11 melaporkan setidaknya dua ledakan terdengar di daerah perbatasan Gaza.

Tak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas peluncuran roket dari wilayah yang dikendalikan oleh Hamas dan diblokade oleh Israel sejak 15 tahun silam tersebut.

Selanjutnya militer Israel mengumumkan tiga roket lagi ditembakkan dari Jalur Gaza namun tak mencapai wilayah Israel pada Kamis malam.

Radio militer Israel melaporkan bahwa sirene terdengar di pemukiman di sekitar Jalur Gaza, termasuk Nirim, Ein Hashulsha dan Kissufim.

Sumber-sumber Israel menyatakan bahwa PIJ  adalah pihak  yang meluncurkan rudal sebagai tanggapan atas gugurnya seorang pemimpin PIJ di Jenin pada Kamis pagi.

PIJ dalam sebuah pernyataan menyusul kesyahidan dua kadernya di kamp Jenin menegaskan “darah syahid Farouk Salameh akan membuka gerbang neraka bagi para pemimpin rezim pendudukan.”

Salameh gugur dalam bentrokan dengan pasukan Zionis Israel yang mencoba menyerbu kamp Jenin.

PIJ menegaskan,  “Pembunuhan dengan cara pengecut ini tidak akan mematahkan keinginan mujahidin kami di Brigade Jenin, dan malah akan menjadi motivasi untuk melanjutkan garis pertahanan pertama untuk tanah dan bangsa kami, dan membalas darah para syuhada. Kami tidak akan beristirahat dengan tenang atau menerima keputusan sampai pendudukan berakhir.”

Dengan gugurnya dua pejuang Palestina di kamp Jenin itu jumlah syuhada Palestina pada hari itu bertambah menjadi empat orang.  Dua korban gugur sebelumnya adalah Amer Badr Halabiya (20 tahun) dari Beit Hanina dan Daoud Mahmoud Khalil Rayan (42 tahun) dari desa dari Beit Duqu, barat laut Quds . (mm/raialyoum)

Baca juga:

Hamas: Pemilu Takkan Beri Legalitas kepada Israel

Liga Arab Adakan KTT Pertama sejak Pandemi Covid-19

DISKUSI: