Jenin, LiputanIslam.com – Pasukan Rezim Zionis Israel mengamuk dan menyerang orang-orang Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat, sementara seruan terus meningkat untuk perlindungan warga sipil di tengah kekhawatiran akan kemungkinan pecahnya perang dahsyat lain.
Serangan darat dan udara di kamp pengungsi Jenin pada hari Senin (3/7) tercatat sebagai operasi militer terbesar di wilayah pendudukan sejak Intifada Kedua pada tahun 2000-2005 di mana rakyat Palestina bangkit secara massal Palestina melawan pendudukan Israel.
Serangan yang sedang berlangsung menggugurkan sedikitnya delapan orang, termasuk dua anak. Orang Palestina kesembilan juga ditembak mati oleh tentara Israel di dekat Ramallah.
Rezim Israel terus maju dengan serangan gencarnya di kota Jenin Tepi Barat yang diduduki dan kamp pengungsinya di tengah konfrontasi sengit dengan kelompok perlawanan Palestina.
Pasukan Zionis menyerang beberapa lingkungan di Jenin melalui udara dan darat . Media Palestina mengatakan pesawat tempur Israel membom lingkungan dekat Masjid Abdullah Azzam di kamp pengungsi Jenin, mengakibatkan kepulan asap membumbung ke angkasa dari lokasi tersebut.
Kantor berita Palestina Shehab melaporkan bahwa pasukan pendudukan menembakkan bom gas ke rumah sakit di Jenin, yang dibalas oleh warga Palestina yang melemparkan bahan peledak rakitan ke kendaraan militer Israel di depan fasilitas medis.
Nidal Obeidi, walikota Jenin, mengatakan serangan itu adalah “pembantaian nyata dan upaya untuk melenyapkan semua aspek kehidupan di dalam kota dan kamp”.
“Yang menjadi sasaran sekarang bukan hanya para pejuang perlawanan tetapi warga sipil juga terbunuh dan terluka,” katanya.
Kota Jenin mengumumkan layanan air dan listrik telah diputus dari kamp pengungsi karena pertempuran yang sedang berlangsung. Lembaga Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan sedikitnya 3.000 orang dievakuasi dari Jenin.
Mengerahkan ratusan pasukan, Israel menyerang dari udara dengan drone, dan meluncurkan roket ke kamp padat penduduk sekitar 20.000 orang, militer Israel juga menargetkan infrastruktur dengan menghancurkan rumah dan jalan.
Beberapa jurnalis mengatakan bahwa mereka langsung menjadi sasaran tembakan langsung Israel saat melaporkan peristiwa di Jenin.
Koresponden saluran TV Al Araby Ahmed Shehadeh mengatakan tentara menghancurkan kameranya dengan tembakan sementara dia dan empat wartawan lainnya terjebak di dalam salah satu rumah di kamp selama dua jam sebelum dievakuasi oleh Bulan Sabit Merah. (mm/presstv/aljazeera)
Baca juga: