Israel Dilaporkan Siap Jalankan Skenario untuk Lumpuhkan Lalu-Lintas Udara Iran-Suriah

0
364

Moskow, LiputanIslam.com   Surat kabar Nezavisimaya milik Rusia melaporkan bahwa Rezim Zionis Israel bermaksud mencegah lalu lintas udara antara Suriah dan Iran, dan saat ini sedang mempelajari berbagai opsi untuk mencegah penerbangan tersebut, termasuk dengan meluncurkan serangan yang akan mengganggu aktivitas bandara Suriah.

Surat kabar itu dalam sebuah laporannya menyebutkan bahwa Israel membenarkan hal ini dengan menggunakan armada udara untuk mengangkut senjata, dan bahwa pemboman bandara Damaskus mengganggu lalu lintas udara.

Nezavisimaya menambahkan bahwa organisasi-organisasi sipil Suriah yang pro-Iran belakangan ini mulai bertindak lebih leluasa dalam hal operasional di Suriah, dan ini mendorong Israel untuk mempertimbangkan berbagai cara untuk manggapinya.

Menurut Al-Jazeera,  Iran enggan menggunakan konvoi darat untuk mengangkut produk militer, sehingga fokusnya beralih ke penerbangan sipil.

Laporan tersebut mengutip Pusat Penelitian dan Pendidikan Israel Alma bahwa sebagian besar penerbangan dari Iran ke Suriah dan kemudian ke Lebanon dilakukan oleh maskapai penerbangan Mahan Air, yang dikenai sanksi oleh Barat 10 tahun lalu karena bekerjasama erat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dalam pengangkutan senjata.

Nezavisimaya menyebutkan bahwa sumber dari website Breaking Defense, yang berbasis di AS dan berspesialisasi dalam urusan militer, menganggap serangan Israel kebandara Damaskus sejauh ini lebih merupakan peringatan simbolis daripada upaya penghancuran yang sesungguhnya.

Surat kabar Rusia itu juga mengutip pernyataan pejabat Israel bahwa jika para pejabat Israel memutuskan untuk melumpuhkan bandara,  maka mereka tidak hanya akan menyerang landasan pacu dan infrastruktur, melainkan juga akan meretas sistem kontrol dan navigasi. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Komandan Pasukan Quds IRGC: Israel Pasti akan Terusir, Saudi Cuma Sampahnya AS

Menhan Inggris Klaim Rusia Bermaksud Balas Drone Iran dengan Komponen Militer Canggih

DISKUSI: